MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh mulai memfokuskan pembangunan infrastruktur pada penguatan sistem drainase perkotaan menyusul masih tingginya persoalan genangan dan banjir di sejumlah titik saat hujan deras mengguyur ibu kota provinsi itu.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, menegaskan pembenahan drainase menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan kota terhadap bencana sekaligus menjawab keluhan masyarakat yang selama ini terdampak buruknya aliran air.
Menurut Illiza, penguatan infrastruktur drainase tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas pelayanan publik secara menyeluruh.
“Dalam upaya mengurangi risiko banjir dan memperkuat ketahanan kota terhadap bencana, Pemko Banda Aceh terus melakukan penguatan sistem drainase perkotaan,” ujar Illiza saat menanggapi aspirasi warga dalam Forum Suara Warga.
Ia menjelaskan, sepanjang 2025 Pemko Banda Aceh telah melakukan pemeliharaan drainase sepanjang 90,6 kilometer. Sementara pada 2026, pemerintah kembali menargetkan pemeliharaan drainase sepanjang 58,3 kilometer disertai pembangunan saluran baru di sejumlah kawasan rawan genangan.
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aliran air sekaligus mengurangi titik banjir yang kerap muncul saat intensitas hujan tinggi.
“Tujuannya untuk memperbesar kapasitas aliran air dan mengurangi genangan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat,” katanya.
Illiza menyebut hasil pembenahan mulai dirasakan warga di beberapa kawasan dengan berkurangnya risiko banjir dibanding sebelumnya. Namun ia menilai persoalan drainase tidak dapat diselesaikan hanya dengan pembangunan saluran air semata.
Menurutnya, pengelolaan lingkungan yang terintegrasi dan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan drainase menjadi faktor penting agar sistem pengendalian banjir kota berjalan efektif dan berkelanjutan.








Discussion about this post