MASAKINI.CO – Krisis logistik akibat terputusnya jalur Medan–Banda Aceh mulai berdampak pada layanan air bersih.
Direktur Utama PDAM Tirta Daroy, T. Novizal Aiyub, mengungkapkan bahwa persediaan bahan kimia Poly Aluminium Chloride (PAC) komponen utama pengolahan air bersih kini berada pada batas kritis.
Menurut Novizal, jika dalam sepekan ke depan akses distribusi dari Medan belum pulih, maka operasional Tirta Daroy berpotensi terhenti total.
“Kalau satu minggu lagi tidak ada jalur alternatif Medan–Banda Aceh, Tirta Daroy terancam berhenti beroperasi karena PAC atau tawas akan habis,” ujarnya, Minggu (30/11/2025).
Saat ini, seluruh pengiriman bahan kimia pengolahan air bergantung pada jalur Medan. Namun, jalur tersebut terputus akibat banjir dan longsor di sejumlah titik, sehingga pasokan tidak bisa masuk ke Banda Aceh.
Novizal menyampaikan bahwa pihaknya sedang mencari solusi darurat untuk mencegah penghentian layanan. Sejumlah opsi tengah dijajaki, mulai dari jalur darat barat–selatan, hingga membuka kemungkinan pengiriman melalui jalur laut maupun udara.
“Kami sedang menjajaki kemungkinan lewat jalur barat–selatan. Juga mengecek peluang untuk pasokan lewat laut dan udara jika memang memungkinkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, masa operasional Tirta Daroy sangat bergantung pada kondisi air baku yang saat ini masih tertangani dengan penggunaan PAC yang tersisa.
“Perkiraan kami, persediaan hanya cukup untuk 10 hingga 15 hari ke depan,” katanya.
Di tengah ancaman krisis air bersih ini, Novizal mengimbau masyarakat Banda Aceh khususnya pelanggan PDAM untuk mulai menampung air secukupnya sebagai langkah antisipasi jika layanan benar-benar terhenti.
“Mungkin bagi yang menggunakan PDAM Tirta Daroy bisa menampung air dulu, untuk berjaga-jaga jika situasi ini tidak teratasi,” ujarnya.










Discussion about this post