MASAKINI.CO – Sebagian warga di Kepulauan Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, sudah empat hari terakhir hidup tanpa pasokan beras akibat akses darat Singkil–Sumut yang terputus karena banjir besar. Kondisi ini membuat suplai bahan makanan pokok ke dua kecamatan, Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat terhenti total.
Seorang warga Pulau Banyak, Agusdi, mengatakan warganya kini hanya bisa bertahan dengan bahan makanan yang tersedia di alam. “Sudah empat hari tidak ada stok beras. Kami makan apa yang ada, seperti ikan dan umbi-umbian,” katanya, Minggu (30/11/2025).
Selain krisis pangan, warga juga menghadapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini membuat para nelayan tidak bisa melaut untuk mencari ikan yang selama ini menjadi sumber pangan dan pendapatan utama.
“BBM kosong, nelayan tidak bisa melaut,” kata Agusdi.
Kepulauan Banyak berada cukup jauh dari pusat Kabupaten Aceh Singkil. Untuk mencapai Kecamatan Pulau Banyak dibutuhkan waktu sekitar tiga jam perjalanan laut, sedangkan ke Kecamatan Pulau Banyak Barat membutuhkan hingga lima jam perjalanan. Namun, perjalanan laut saat ini tidak memungkinkan dilakukan.
Situasi laut yang bergelombang tinggi dan angin kencang membuat kapal tidak dapat beroperasi. “Boat di sini sudah seminggu tidak berangkat ke Singkil, beras disini kosong,” tambah Agusdi.
Akibatnya, distribusi sembako dari daratan terputus total, memperparah kondisi warga yang kini mulai kehabisan bahan makanan.
Warga berharap pemerintah dapat segera mengirimkan bantuan darurat melalui jalur laut maupun udara sebelum situasi semakin memburuk, terutama bagi keluarga yang sudah tidak memiliki cadangan makanan sama sekali.










Discussion about this post