MASAKINI.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa berkekuatan M5,2 yang mengguncang Simeulue pada Selasa (9/12/2025) pukul 14.02 WIB dipicu oleh mekanisme pergerakan geser naik atau oblique thrust fault pada zona subduksi di barat Aceh.
Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, menjelaskan gempa berpusat di laut pada koordinat 2,52° LU dan 95,92° BT atau sekitar 50 kilometer barat laut Sinabang, dengan kedalaman 26 kilometer. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan geser naik, sebuah karakteristik umum di zona subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia,” ujarnya.
Andi menyebut jenis pergerakan tersebut menjadi penanda adanya tekanan tektonik aktif di wilayah Aceh yang berada di jalur megathrust. “Gempa dangkal seperti ini terbentuk ketika tekanan di bidang pertemuan lempeng tiba pada titik lepasnya, sehingga memicu guncangan,” katanya.
Getaran gempa dirasakan kuat di Simeulue dengan intensitas III–IV MMI, sementara di Aceh Selatan terukur pada intensitas III MMI. Meski demikian, sejauh ini belum ada laporan kerusakan. “Guncangan dirasakan banyak orang dalam rumah, namun tidak menimbulkan dampak signifikan,” jelasnya.
BMKG memastikan gempa ini tidak memicu tsunami. “Pemodelan kami menunjukkan tidak ada potensi tsunami,” tegas Andi.
Hingga pukul 14.07 WIB, BMKG belum mencatat adanya gempa susulan. Masyarakat diminta tetap tenang dan hanya mengikuti informasi dari kanal resmi BMKG agar terhindar dari kabar yang tidak valid.










Discussion about this post