MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Februari 18, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Panglima Laot Bireuen: Pungutan Penyeberangan Kuta Blang Tak Sesuai Lembaga Adat Laot

Redaksi by Redaksi
14 Desember 2025
in News
0

Kondisi Jembatan Penyebrangan Kuta Blang Usai dibawa Arus Banjir, Minggu (14/12/2025) | Foto: Aininadhirah/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Panglima Laot Bireuen, M. Nasir, menyesalkan adanya pungutan penyeberangan perahu motor di Sungai Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, menyusul runtuhnya jembatan utama akibat banjir deras yang melanda wilayah tersebut. Ia menegaskan, pungutan tersebut tidak dibenarkan dalam lembaga adat laot maupun aturan adat lainnya di Aceh.

“Kami jajaran Panglima Laot Bireuen tidak pernah dilibatkan, baik secara lisan maupun tulisan,” ujar M. Nasir, Minggu (14/12/2025). Menurutnya, hingga kini tidak ada koordinasi maupun persetujuan dari Panglima Laot terkait pengelolaan penyeberangan boat di lokasi tersebut.

RelatedPosts

Hilal Tak Terlihat, Awal Ramadan 1447 H Dipastikan Jatuh pada 19 Februari 2026

Banjir Kembali Rendam Permukiman Warga Pidie Jaya

Penjualan Bumbu Siap Masak di Pasar Rukoh Meningkat Saat Meugang

Nasir menyebut, informasi yang diterimanya menunjukkan pengelolaan penyeberangan dilakukan oleh pihak lain dengan melibatkan perangkat desa, tanpa melibatkan lembaga adat laot. “Mereka tidak melibatkan kami, tapi dengan perangkat desa,” katanya.

Ia menegaskan, dalam kondisi darurat bencana sekalipun, pungutan terhadap masyarakat, relawan, maupun pendatang tidak dapat dibenarkan tanpa dasar aturan yang jelas. Terlebih, tarif penyeberangan dilaporkan bervariasi dan mencapai jutaan rupiah. 

Meski belakangan terjadi penurunan tarif secara informal menjadi sekitar Rp10-25 ribu per orang namun hingga kini tidak terdapat transparansi atau ketetapan resmi terkait besaran tarif tersebut.

Nasir mengakui sebagian masyarakat masih memaklumi praktik tersebut karena keterbatasan akses setelah jembatan runtuh dan tidak adanya alternatif penyeberangan lain.

Panglima Laot Bireuen berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk menata pengelolaan penyeberangan sungai di kawasan terdampak bencana, agar akses masyarakat tetap terbuka tanpa membebani warga di tengah situasi darurat.

 

Penulis: Aininadhirah

Tags: BireunJembatan Kuta BlangPanglima Laot BireunPungutan Penyeberangan
Previous Post

UIN Ar Raniry Tiadakan Perkuliahan Semester Ganjil 2025/2026, Diganti dengan Tugas

Next Post

Menunggu LPG di Tengah Gelap, Warga Indrapuri Antre hingga Larut Malam

Related Posts

300 Korban Banjir di Bireuen Terima Dana Tunggu Hunian Rp600 Ribu Per Bulan

by Ahmad Mufti
22 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 300 warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Peusangan dan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, menerima bantuan Dana...

LDK Majid USK Gelar Baksos Bersih Masjid di Bireuen Pasca Banjir Bandang

by Redaksi
26 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Mahasiswa Masjid Jamik (MAJID) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar kegiatan bakti sosial berupa aksi...

Mahasiswa LDK Masjid USK Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Bireuen

by Redaksi
25 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Masjid Jamik Universitas Syiah Kuala (USK) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak banjir dan...

Next Post

Menunggu LPG di Tengah Gelap, Warga Indrapuri Antre hingga Larut Malam

Aceh Terima Bantuan Rp1 Miliar dari Jambi untuk Korban Banjir

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co