MASAKINI.CO – Pascabanjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, sebagian warga terdampak mulai kembali ke rumah untuk melakukan pembersihan sisa lumpur dan kerusakan. Meski demikian, ribuan warga masih bertahan di lokasi pengungsian karena kondisi rumah belum sepenuhnya layak huni.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pidie Jaya, Agusmaidi, mengatakan hingga 12 Desember 2025 jumlah pengungsi masih berada di angka sekitar 86 ribu jiwa yang tersebar di delapan kecamatan. Hingga 17 Desember, terjadi pergerakan pengungsi, terutama di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua.
“Warga mulai membersihkan rumahnya. Biasanya pagi hari mereka pulang ke rumah, namun siang dan malam kembali ke camp pengungsian,” kata Agusmaidi.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut menyebabkan adanya penambahan pengungsi di beberapa titik pengungsian, meskipun sebagian warga sudah mulai beraktivitas di lingkungan rumah masing-masing.
Dalam proses penanganan pengungsi, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mendapat dukungan dari berbagai relawan dan lembaga. Bantuan datang dari Tagana Jawa Barat, Tagana Jawa Timur, Tagana Provinsi Aceh, serta Tagana Kabupaten Pidie Jaya.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh relawan yang telah hadir membantu masyarakat terdampak, termasuk PMI, tim SAR, serta TNI dan Polri,” ujar Agusmaidi.
Selain pemenuhan kebutuhan dasar, Dinas Sosial Pidie Jaya juga memberikan layanan pendampingan sosial dan psikologis di lokasi pengungsian. Layanan tersebut difokuskan pada anak-anak dan perempuan melalui unit Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A).
“Setiap hari kami lakukan konseling, trauma healing, serta kegiatan bermain untuk anak-anak di pengungsian. Kami juga menyalurkan perlengkapan pakaian dan kebutuhan dasar lainnya,” kata Agusmaidi.
Pemerintah daerah terus memantau kondisi warga terdampak dan berharap proses pembersihan rumah dapat berjalan lancar seiring dengan membaiknya situasi pascabanjir.










Discussion about this post