MASAKINI.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh mencatat satu titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Aceh berdasarkan hasil pemantauan satelit.
Forecaster On Duty BMKG, Fitriana Nur, menyampaikan bahwa titik panas tersebut terpantau pada 20 Desember 2025 melalui sensor Satelit Terra, Aqua, dan Suomi NPP (MODIS) serta NOAA-20/VIIRS.
“Dari hasil pantauan satelit, terdeteksi satu titik panas di Provinsi Aceh dengan tingkat kepercayaan sedang,” ujar Fitriana Nur, Minggu (21/12/2025).
Berdasarkan data BMKG, titik panas tersebut berada di Kabupaten Aceh Tenggara, tepatnya di Kecamatan Babul Makmur, dengan koordinat 97,9511 BT dan 3,2957 LU.
BMKG menjelaskan bahwa titik panas merupakan indikasi awal adanya potensi kebakaran lahan atau hutan. Namun demikian, diperlukan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lokasi terpantau.
BMKG mengimbau pemerintah daerah, aparat terkait, serta masyarakat setempat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi dini guna mencegah meluasnya potensi kebakaran, terutama di wilayah yang rentan terhadap aktivitas pembakaran lahan.
BMKG akan terus melakukan pemantauan secara intensif dan memperbarui informasi apabila terdapat penambahan titik panas di wilayah Aceh.







