MASAKINI.CO – Penyaluran LPG subsidi 3 kilogram di Aceh mengalami peningkatan signifikan pascabencana. PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mencatat, distribusi LPG subsidi mengalami kenaikan 40 persen dari kondisi normal.
Secara keseluruhan, rata-rata penyaluran LPG subsidi pada kondisi normal berada di angka 261 MT per hari. Namun, selama masa penanganan bencana, volume distribusi meningkat menjadi 366 MT per hari di 23 kabupaten/kota. Saat ini di Banda Aceh sendiri Pertamina telah menyalurkan sebanyak 20 metrik ton (MT) per hari.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan peningkatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan distribusi energi di wilayah terdampak bencana. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
“Prioritas Pertamina saat ini adalah memastikan energi dan bantuan kemanusiaan hadir tepat waktu, tepat sasaran, dan tetap mengutamakan aspek keselamatan,” ujar Fahrougi dalam keterangannya, Minggu (21/12/2025).
Selain LPG subsidi, penyaluran LPG PSO non-subsidi seperti LPG 12 kilogram juga mengalami kenaikan sekitar 40 persen dibandingkan kondisi normal. Fahrougi menyebut, peningkatan tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat.
Menurutnya, stok LPG di Aceh saat ini masih dalam kondisi aman. Tantangan utama yang dihadapi Pertamina adalah proses distribusi pascabencana, mengingat masih adanya akses jalan rusak dan jembatan terputus di sejumlah wilayah.
“Untuk mengatasi kendala tersebut, Pertamina melakukan distribusi dengan berbagai moda transportasi, baik darat, laut, maupun udara, serta memanfaatkan jalur alternatif,” katanya.
Pertamina juga melakukan inisiatif penyaluran langsung ke masyarakat melalui Operasi Pasar LPG di beberapa wilayah Aceh. Langkah ini dilakukan untuk memperluas jangkauan distribusi sekaligus menjaga pemerataan pasokan.
“Kami berharap Operasi Pasar ini dapat meredakan panic buying dan mencegah praktik spekulasi yang memanfaatkan kondisi pascabencana,” ujar Fahrougi.
Dalam pengawasan distribusi, Pertamina bekerja sama dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, serta aparat terkait lainnya untuk mencegah penyalahgunaan LPG subsidi 3 kilogram. Produk tersebut merupakan barang subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.
Fahrougi mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan indikasi penyalahgunaan LPG subsidi.
“Jika masyarakat menemukan penyalahgunaan LPG 3 kg, silakan menghubungi Pertamina Contact Centre 135. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti,” tutupnya.










Discussion about this post