MASAKINI.CO – Kondisi Aceh Tamiang pascabencana masih dipenuhi debu tebal dan sisa lumpur yang mengering di jalanan, permukiman maupun kawasan pertokoan.
Pantauan di lapangan menunjukkan banyak warga beraktivitas tanpa masker, terutama karena keterbatasan bantuan masker untuk pengungsi.
Keterbatasan bantuan masker menjadi persoalan utama. Warga menyebut distribusi alat pelindung diri ini belum menjangkau seluruh wilayah terdampak, padahal debu beterbangan setiap hari dan berpotensi memicu gangguan pernapasan.
Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Pidie Jaya. Debu masih menyelimuti permukiman warga, namun tidak semua masyarakat mengenakan masker. Salah seorang warga, Nurhayati, mengatakan bantuan masker yang diterima masyarakat masih jauh dari cukup.
“Masker masih kurang ke sini. Saya tidak dapat,” ujarnya.

Dengan kondisi lingkungan yang belum pulih sepenuhnya, warga terdampak di Aceh Tamiang dan Pidie Jaya berharap adanya perhatian lebih terkait distribusi masker. Mereka menilai masker menjadi kebutuhan mendesak untuk melindungi kesehatan masyarakat di tengah proses pemulihan pasca bencana.
“Selain pakaian dan makanan sekarang kita butuh masker, debu di mana-mana tentu sangat berbahaya,” ujarnya.










Discussion about this post