MASAKINI.CO – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyebut bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh sejak akhir November 2025 memiliki skala dampak wilayah yang lebih luas dibandingkan tsunami 26 Desember 2004.
Hal tersebut disampaikan Fadhlullah dalam kegiatan zikir akbar peringatan 21 tahun tsunami Aceh yang digelar di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (26/12/2025).
Fadhlullah menjelaskan bahwa tsunami 21 tahun silam terjadi akibat naiknya air laut yang menghantam wilayah pesisir Aceh dan melanda empat kabupaten/kota. Sementara bencana yang terjadi saat ini bersumber dari luapan air gunung akibat curah hujan ekstrem, yang mengalir dari hulu hingga ke kawasan permukiman dan pesisir.
“Kalau tsunami dulu terjadi di empat kabupaten, hari ini bencana hidrometeorologi melanda 18 kabupaten/kota dari total 23 daerah di Aceh. Ini skala wilayah terdampaknya sangat besar,” kata Fadhlullah.
Berdasarkan data Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh per 25 Desember 2025 bencana tersebut telah berdampak pada 540.281 KK yang tersebar di 198 kecamatan. Selain itu, tercatat sebanyak 2.017.542 jiwa berada di wilayah terdampak dengan 4.939 jiwa terpaksa mengungsi akibat kerusakan permukiman dan lingkungan yang tidak lagi aman.
Fadhlullah menambahkan, sejumlah wilayah seperti Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur menjadi daerah dengan tingkat dampak paling tinggi. Selain korban terdampak, bencana ini juga menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas umum dan infrastruktur.
Bencana hidrometeorologi ini juga berdampak besar terhadap sektor ekonomi masyarakat, khususnya pertanian dan peternakan. Tercatat 133.534 unit rumah terdampak, 110.014 ekor ternak terdampak, serta 72.406 hektar sawah.
Fadhlullah mengajak seluruh masyarakat agar menjadikan peringatan ini sebagai momentum refleksi, memperkuat keimanan, dan menumbuhkan kepedulian sosial. Rangkaian acara turut diisi dengan tausiah dari Ustadz Abdul Somad (UAS) dan zikir bersama yang diikuti dengan khidmat oleh ribuan jamaah dari berbagai kalangan.
Harapannya agar tausiah yang disampaikan UAS dapat menjadi penyejuk hati sekaligus menumbuhkan semangat bagi masyarakat Aceh untuk bangkit kembali.
“mudah-mudahan tausiah dari ustadz Abdul Somad dapat menjadi penyejuk hati dan semangat kebangkitan masyarakat Aceh,” ujar Fadhlullah.










Discussion about this post