MASAKINI.CO – Polisi Ghana menangkap Evans Eshun yang lebih dikenal dengan nama Ebo Noah, atau nabi Nuh palsu. Pria yang menyebut diri sebagai nabi ini, tengah menjadi sorotan setelah ramalan tentang akhir dunia yang akan terjadi 25 Desember lalu tidak terbukti.
Kabar penangkapan ini diumumkan melalui pernyataan resmi yang diterbitkan di situs web resmi Kepolisian Ghana. Polisi menjelaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari langkah keamanan guna memantau aktivitas terkait siber menjelang acara keagamaan akhir tahun, terutama malam pergantian tahun.
Otoritas mengungkapkan bahwa penangkapan ini berkaitan dengan peringatan sebelumnya dari lembaga keamanan terkait individu yang menyebarkan ramalan atau pernyataan publik yang berpotensi menimbulkan ketakutan, kepanikan, atau gangguan ketertiban umum. “Kami mengkonfirmasi penangkapan Evans Eshun alias Ebo Noah,” demikian bagian dari pernyataan resmi kepolisian.
Ebo Noah sebelumnya menjadi terkenal setelah membangun bahtera yang disebut “Perahu Nabi Ebo Noah”, yang ia klaim dibuat berdasarkan petunjuk ilahi. Ia pernah memperingatkan bahwa banjir dahsyat akan dimulai 25 Desember.
Ia pertama kali menarik perhatian nasional pada bulan Agustus, “setelah mengklaim menerima wahyu tentang ramalan tiga tahun hujan bencana yang akan menghancurkan dunia,” mengutip dailypost, Selasa (6/1/2026). Pembangunan bahtera dan seruannya yang menyatakan pentingnya bertaubat telah menarik liputan media yang luas, pengunjung, dan perdebatan publik yang sengit di seluruh Ghana bahkan luar negeri.
Namun, kemudian ia merilis video yang menyatakan bahwa bencana yang diramalkan tidak terjadi setelah ia menerima wahyu baru setelah berdoa, berpuasa, dan berkonsultasi dengan pemimpin agama lainnya. Menurutnya, visi yang diperbarui menunjukkan bahwa jumlah orang yang mencari perlindungan di perahu melebihi kapasitasnya, yang membuat Tuhan memberikan waktu tambahan untuk membangun lebih banyak perahu agar bisa menampung semua orang.







Discussion about this post