MASAKINI.CO – Museum Tsunami Aceh kembali menghadirkan inovasi edukatif dengan membuka ruangan pameran tetap baru yang resmi beroperasi sejak 1 Januari 2026.
Ruangan ini menyuguhkan simulasi gelombang tsunami yang dirancang untuk membawa pengunjung merasakan secara langsung gambaran suasana saat bencana dahsyat itu terjadi.
Melalui tata visual dan efek yang dihadirkan, pengunjung diajak memasuki ruang simulasi yang menggambarkan posisi seolah berada di bawah arus gelombang tsunami. Pengalaman ini menjadi pembuka rangkaian pameran yang menitikberatkan pada pemahaman emosional dan visual terhadap peristiwa bencana.
Staf Ruangan Pameran Tetap Museum Tsunami Aceh, Sauri, mengatakan simulasi tersebut dibuat untuk memberikan kesan mendalam kepada pengunjung tentang kekuatan gelombang tsunami.
“Di awal masuk itu disimulasikan seperti gelombang tsunami, di mana kita berada di bawah arus air,” kata Sauri, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, konsep ruangan pameran tetap ini dihadirkan sebagai sarana pembelajaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman nyata bagi pengunjung, khususnya generasi muda yang tidak mengalami langsung peristiwa tsunami Aceh.
“Inspirasi Lini dibuat untuk menambah pengalaman dan pengetahuan juga kepada pendatang bagaimana ketika kita menyaksikan gelombang tsunami tersebut,” ujarnya.
Sauri menambahkan, ide pembuatan ruangan pameran ini dicetuskan oleh Kepala Dinas Pariwisata Aceh sebagai langkah memperkuat fungsi Museum Tsunami Aceh sebagai pusat edukasi kebencanaan dan pengingat sejarah.
Dengan penambahan fasilitas ini, Museum Tsunami Aceh diharapkan semakin berperan sebagai destinasi wisata edukatif yang mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat dan wisatawan akan pentingnya memahami sejarah tsunami serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa depan.










Discussion about this post