MASAKINI.CO – Hampir dua bulan pasca bencana, 155.193 jiwa atau 49.800 kepala keluarga (KK) korban terdampak bencana masih bertahan di lokasi pengungsian.
Pemerintah terus memacu pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak. Data tersebut dihimpun Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh jumlah pengungsi tersebar di 988 titik pengungsian yang berada di berbagai kabupaten dan kota.
Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan pengungsi terbanyak berada di Kabupaten Aceh Utara dengan 67.876 jiwa. Selanjutnya Aceh Tamiang sebanyak 26.040 jiwa, Gayo Lues 19.906 jiwa, dan Pidie Jaya 14.794 jiwa.
“Selain itu, pengungsi juga masih tercatat di Aceh Timur sebanyak 8.507 jiwa, Aceh Tengah 8.021 jiwa, Bireuen 5.895 jiwa, Bener Meriah 2.116 jiwa, Nagan Raya 1.763 jiwa, Lhokseumawe 138 jiwa, serta Pidie 137 jiwa,” kata Murthalamuddin, Rabu (14/1/2026).
Ia menjelaskan, bencana banjir dan longsor tersebut menyebabkan kerusakan besar pada permukiman warga. Total 148.819 unit rumah dilaporkan terdampak, terdiri atas 64.740 unit rusak ringan, 40.114 unit rusak sedang, serta 29.755 unit rusak berat atau hilang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 14.210 unit tercatat rusak berat dan 1.942 unit dinyatakan hilang.
Murthalamuddin menambahkan, pemerintah bersama unsur terkait saat ini terus mempercepat pembangunan huntara bagi warga yang masih berada di pengungsian. Di sisi lain, persiapan pembangunan hunian tetap (huntap) juga mulai dilakukan agar masyarakat terdampak dapat segera kembali menempati rumah yang layak dan aman.
“Pemulihan terus diupayakan secara bertahap dan berkelanjutan agar masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan normal,” pungkasnya.










Discussion about this post