MASAKINI.CO – Banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, menenggelamkan seluruh bangunan SMAN 2 Meureudu dalam lumpur setinggi sekitar dua meter.

Endapan material menutup ruang kelas, laboratorium dan fasilitas penunjang pendidikan lainnya.

Hingga kini, aktivitas belajar di dalam gedung sekolah belum dapat dilakukan karena seluruh bangunan masih terendam lumpur, Selasa (13/1/2026).

Namun kegiatan pendidikan tidak sepenuhnya berhenti. Demi menjaga keberlangsungan pendidikan pascabencana, proses belajar-mengajar dilanjutkan di luar bangunan utama seperti di tenda, area terbuka serta di bangunan yang sudah tidak layak huni dengan fasilitas yang sangat terbatas dengan perlindungan cuaca yang minim.

Di tengah keterbatasan tersebut, para guru tidak hanya berfokus pada penyampaian materi pelajaran. Kegiatan belajar juga diarahkan untuk menjaga kondisi mental siswa yang terdampak banjir dan longsor.

Rutinitas sekolah dipertahankan untuk membantu siswa kembali beradaptasi, mengurangi kecemasan dan mencegah dampak psikologis berkepanjangan.

Guru berupaya menciptakan suasana belajar yang tenang dan terstruktur di ruang darurat. Interaksi di kelas dimanfaatkan sebagai ruang pemulihan, tempat siswa kembali beraktivitas dan bersosialisasi setelah mengalami bencana.

SMAN 2 Meureudu masih tertimbun lumpur, namun kegiatan belajar tetap berjalan. Sekolah berfungsi bukan hanya sebagai ruang pendidikan, tetapi juga sebagai ruang pemulihan bagi para siswa.










Discussion about this post