MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Juli 10, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Foto

Menggapai Desa yang Terputus

Ahmad Mufti by Ahmad Mufti
11 Desember 2025
in Foto
0

Dua warga saling menggenggam tangan saat proses evakuasi berlangsung. | Foto: Ahmad Mufti/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Banjir dan longsor yang melanda bagian utara Pulau Sumatra akhir November 2025, dipicu oleh Cyclone Senyar tercatat sebagai salah satu bencana alam paling dahsyat di masa modern. Di Kabupaten Bireuen, Aceh termasuk Desa Kubu dampaknya terasa sangat parah, rumah terendam lumpur, akses jalan terputus dan banyak desa terisolasi.

Sisa-sisa jembatan penghubung di Kecamatan Peusangan tampak ambruk terseret banjir, Selasa (2/12/2025). | Foto: Ahmad Mufti/masakini.co

Saat tim bantuan dan relawan bergerak menuju Desa Kubu dan kawasan terdampak lain di Peusangan, tantangan besar muncul, kendaraan tak bisa lewat. Beberapa jembatan penghubung yang biasa dilewati warga hancur atau ambruk diterjang arus deras, memutus jalur transportasi darat.

RelatedPosts

Di Antara Barak dan Doa

The Land from Above

Pendidikan yang Bertahan

Tim relawan menyeberangi sungai menggunakan perahu karet saat mengantar bantuan, Selasa (2/12/2025). | Foto: Ahmad Mufti/masakini.co

Dalam kondisi darurat ini, penyeberangan menggunakan perahu karet milik Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) serta speedboat Ditpolairud Polda Aceh menjadi satu-satunya cara untuk menjangkau desa seperti Desa Kubu yang terisolasi.

Warga duduk di pinggir sungai sambil menunggu bantuan logistik, selasa (2/12/2025). | Foto: Ahmad Mufti/masakini.co

Di tepi sungai, warga berkumpul menunggu bantuan, banyak dari mereka tampak lelah, khawatir sambil memandangi jembatan yang kini terbelah dua. Pemandangan menyayat, sebuah jalur vital kini hanyalah seutas kenangan, sementara warga menanti tangan bantuan melalui perahu di sungai.

Lapangan bola yang kini tertutup lumpur akibat banjir di Desa Kubu, Peusangan Siblah Krueng, Bireuen, Selasa (2/12/2025). | Foto: Ahmad Mufti/masakini.co

Sesampainya di desa, pasca penyeberangan, terlihat bagaimana banjir mengubah lanskap hidup. Lapangan bola yang dulu ruang bermain dan interaksi warga, kini berubah menjadi dataran tak berwujud, dipenuhi tumpukan pasir dan lumpur. Area luas yang biasanya hidup dengan aktivitas warga kini sepi dan penuh kerusakan.

Warga bersama menyiapkan dapur umum di halaman meunasah, Selasa (2/12/2025). | Foto: Ahmad Mufti/masakini.co

Rumah-rumah banyak yang dipenuhi lumpur hingga ke lantai dasar, ruangan seperti dapur, ruang tamu, bahkan kamar tidur tak luput dari kerusakan. Banyak keluarga belum bisa kembali, karena kondisi rumah yang sama sekali tidak bisa ditinggali.

Tim Ditpolairud bersama relawan mengevakuasi seorang warga lanjut usia di Desa Kubu, Peusangan Siblah Krueng, Bireuen, Selasa (2/12/2025). | Foto: Ahmad Mufti/masakini.co

Sebagai respons darurat, warga bersama relawan mendirikan dapur umum di meunasah desa, pusat penyediaan makanan dan kebutuhan dasar bagi pengungsi sementara.

Petugas dan relawan menyiapkan bantuan di tepi sungai untuk dikirim ke lokasi yang terisolir, Selasa (2/12/2025). | Foto: Ahmad Mufti/masakini.co

Upaya evakuasi dan distribusi bantuan tetap dilakukan secara intensif oleh Ditpolairud, relawan hingga Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) dan masyarakat lokal. Kerja sama antara lembaga, relawan dan warga menjadi harapan penting bagi pemulihan akhir bagi desa-desa terdampak di Bireuen.

Tags: Banjir AcehBencana AcehDaerah terisolir
Previous Post

80 Ton Bantuan di Bener Meriah Diduga Hilang

Next Post

Tokoh Masyarakat Bireuen Bantah Isu Pungutan Rp75 Ribu di Penyeberangan Darurat Teupin Mane

Related Posts

Aceh Tamiang Mulai Tanam Padi Perdana Pascabencana

by Ahmad Mufti
6 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh memulai gerakan tanam padi perdana pascabencana hidrometeorologi di Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh...

Enam Bulan Pascabencana, Gubernur Minta Prioritas Pemulihan Sawah dan Irigasi Terdampak

by Redaksi
10 Juni 2026
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menegaskan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam pemulihan dampak banjir dan longsor...

Angin Kencang Rusak 58 Huntara di Aceh Utara, Belasan Unit Hancur

by Riska Zulfira
3 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Puluhan hunian sementara (huntara) di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, rusak setelah diterjang angin kencang yang terjadi secara...

Next Post

Tokoh Masyarakat Bireuen Bantah Isu Pungutan Rp75 Ribu di Penyeberangan Darurat Teupin Mane

Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana hingga 25 Desember

Discussion about this post

CERITA

Keberanian yang Mengantar Ghaisya ke Podium Emas

8 Juli 2026

Menunggu Rezeki di Bawah Tenda Musim Durian

28 Juni 2026

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...