MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Mei 28, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Tokoh Masyarakat Bireuen Bantah Isu Pungutan Rp75 Ribu di Penyeberangan Darurat Teupin Mane

Riska Zulfira by Riska Zulfira
11 Desember 2025
in Daerah
0

Proses pembangunan jembatan darurat di Teupin Mane, Kabupaten Bireuen. | Foto : Ist

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Tokoh masyarakat Kecamatan Juli, Bireuen, Muhammad Nazir atau Apa Cut, membantah kabar yang menyebut adanya pungutan hingga Rp75 ribu per orang di penyeberangan darurat Jembatan Teupin Mane. Ia menegaskan informasi yang beredar di media sosial tersebut adalah hoaks.

Pernyataan itu disampaikan Apa Cut di posko penyeberangan darurat Gampong Beunyoet, Dusun Mane, Kamis (11/12/2025).

RelatedPosts

65 Sapi Kurban Terkumpul, Pemko Banda Aceh Prioritaskan Gampong Minim Kurban

Sekda Aceh Tekan SKPA Percepat Serapan Anggaran, Realisasi APBA Tembus Rp3,5 Triliun

Blang Bintang Juara Pawai Takbiran Idul Adha Aceh Besar

Ia menjelaskan bahwa tarif penyeberangan yang diberlakukan selama jembatan putus akibat banjir telah disepakati bersama masyarakat.

“Untuk penyeberangan orang, tarifnya hanya Rp25 ribu per orang. Untuk barang, seperti beras 15 kilogram, kami tetapkan Rp3 ribu khusus bagi pedagang. Sementara penyaluran bantuan kemanusiaan kami gratiskan,” ujarnya.

Ia menegaskan tarif tersebut tidak bersifat pemerasan, melainkan bentuk gotong royong sekaligus menanggung risiko keselamatan para petugas yang menarik tali baja dan katrol fasilitas darurat bantuan Mapala Leuser USK dan tokoh masyarakat Bireuen.

“Ini usaha kami menolong sesama. Kami juga mempertaruhkan nyawa saat menarik tali penyeberangan. Tidak ada unsur memanfaatkan keadaan. Masyarakat Tanoh Gayo adalah saudara kami,” katanya.

Selain itu, penyeberangan bagi warga sakit, tenaga medis, relawan, serta anggota TNI/Polri diberikan gratis. Bagi warga yang tidak mampu, posko menyediakan santunan dan makanan dari dapur umum masyarakat.

Apa Cut mengaku sedih dengan tudingan bahwa warga Gampong Beunyoet tidak berperikemanusiaan. Ia menyebut pihaknya telah mengklarifikasi isu tersebut bersama Muspika Juli kepada Polres Bireuen, dan persoalan dinyatakan selesai. Aktivitas penyeberangan darurat tetap dibuka hingga jembatan baru selesai dibangun.

Sementara itu, Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, mengimbau semua pihak menahan diri dan tidak memperkeruh keadaan dengan informasi yang tidak benar. Ia juga meminta seluruh penyedia jasa angkutan darat, laut, udara, dan penyeberangan tidak menetapkan harga di luar kewajaran selama masa bencana.

“Kita sedang dirundung musibah. Mohon harga yang diberlakukan jangan di atas batas kewajaran karena itu akan menodai upaya kemanusiaan,” ujarnya di Banda Aceh.

Ia menjelaskan, penggunaan boat nelayan sebagai penyeberangan sementara sangat membantu masyarakat di wilayah jembatan terputus, namun tarif tetap harus wajar.

Ia juga mengingatkan penyedia transportasi umum dan pemilik jasa sewa mobil untuk tidak menaikkan harga secara berlebihan, terutama bagi lembaga dan relawan yang terlibat dalam penanganan pasca bencana.

“Hari ini semua pihak sedang membantu Aceh yang luluh lantak akibat banjir dan longsor. Mari sama-sama mendukung dengan menjaga kewajaran harga,” tegasnya.

Tags: Banjir AcehBireuenJembatan AmbrukJembatan teupin maneTarif penyeberangan
Previous Post

Menggapai Desa yang Terputus

Next Post

Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana hingga 25 Desember

Related Posts

Jamaah Haji Kloter BTJ 8 Asal Bireuen Meninggal Dunia di Arafah

by Riska Zulfira
26 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Seorang jamaah haji asal Kabupaten Bireuen yang tergabung dalam Kloter BTJ 8 Embarkasi Banda Aceh dilaporkan meninggal dunia...

Gubernur Aceh Soroti Minimnya Anggaran Pemulihan Pascabencana dalam Musrenbang RKPA 2027

by Riska Zulfira
23 April 2026
0

MASAKINI.CO – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf menegaskan keterbatasan anggaran menjadi hambatan utama dalam percepatan pemulihan pascabencana di Aceh. Hal itu...

AMPI Nilai Banjir Aceh Bukan Sekadar Bencana Alam, Dipicu Salah Kelola Lingkungan

by Redaksi
31 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) menilai banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh bukan semata-mata bencana alam, melainkan...

Next Post

Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana hingga 25 Desember

Hari ke-16 Pascabencana, Warga Aceh Masih Berburu Listrik dan Internet untuk Bertahan Hidup

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co