MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Maret 16, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Tokoh Masyarakat Bireuen Bantah Isu Pungutan Rp75 Ribu di Penyeberangan Darurat Teupin Mane

Riska Zulfira by Riska Zulfira
11 Desember 2025
in Daerah
0

Proses pembangunan jembatan darurat di Teupin Mane, Kabupaten Bireuen. | Foto : Ist

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Tokoh masyarakat Kecamatan Juli, Bireuen, Muhammad Nazir atau Apa Cut, membantah kabar yang menyebut adanya pungutan hingga Rp75 ribu per orang di penyeberangan darurat Jembatan Teupin Mane. Ia menegaskan informasi yang beredar di media sosial tersebut adalah hoaks.

Pernyataan itu disampaikan Apa Cut di posko penyeberangan darurat Gampong Beunyoet, Dusun Mane, Kamis (11/12/2025).

RelatedPosts

104 Unit Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Aceh Utara Diresmikan

Pekan Raya Ramadhan Banda Aceh Ditutup, Perputaran Uang Tembus Rp2 Miliar

Polda Aceh Gelar Pasar Murah, Salurkan Puluhan Ton Beras untuk Warga

Ia menjelaskan bahwa tarif penyeberangan yang diberlakukan selama jembatan putus akibat banjir telah disepakati bersama masyarakat.

“Untuk penyeberangan orang, tarifnya hanya Rp25 ribu per orang. Untuk barang, seperti beras 15 kilogram, kami tetapkan Rp3 ribu khusus bagi pedagang. Sementara penyaluran bantuan kemanusiaan kami gratiskan,” ujarnya.

Ia menegaskan tarif tersebut tidak bersifat pemerasan, melainkan bentuk gotong royong sekaligus menanggung risiko keselamatan para petugas yang menarik tali baja dan katrol fasilitas darurat bantuan Mapala Leuser USK dan tokoh masyarakat Bireuen.

“Ini usaha kami menolong sesama. Kami juga mempertaruhkan nyawa saat menarik tali penyeberangan. Tidak ada unsur memanfaatkan keadaan. Masyarakat Tanoh Gayo adalah saudara kami,” katanya.

Selain itu, penyeberangan bagi warga sakit, tenaga medis, relawan, serta anggota TNI/Polri diberikan gratis. Bagi warga yang tidak mampu, posko menyediakan santunan dan makanan dari dapur umum masyarakat.

Apa Cut mengaku sedih dengan tudingan bahwa warga Gampong Beunyoet tidak berperikemanusiaan. Ia menyebut pihaknya telah mengklarifikasi isu tersebut bersama Muspika Juli kepada Polres Bireuen, dan persoalan dinyatakan selesai. Aktivitas penyeberangan darurat tetap dibuka hingga jembatan baru selesai dibangun.

Sementara itu, Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, mengimbau semua pihak menahan diri dan tidak memperkeruh keadaan dengan informasi yang tidak benar. Ia juga meminta seluruh penyedia jasa angkutan darat, laut, udara, dan penyeberangan tidak menetapkan harga di luar kewajaran selama masa bencana.

“Kita sedang dirundung musibah. Mohon harga yang diberlakukan jangan di atas batas kewajaran karena itu akan menodai upaya kemanusiaan,” ujarnya di Banda Aceh.

Ia menjelaskan, penggunaan boat nelayan sebagai penyeberangan sementara sangat membantu masyarakat di wilayah jembatan terputus, namun tarif tetap harus wajar.

Ia juga mengingatkan penyedia transportasi umum dan pemilik jasa sewa mobil untuk tidak menaikkan harga secara berlebihan, terutama bagi lembaga dan relawan yang terlibat dalam penanganan pasca bencana.

“Hari ini semua pihak sedang membantu Aceh yang luluh lantak akibat banjir dan longsor. Mari sama-sama mendukung dengan menjaga kewajaran harga,” tegasnya.

Tags: Banjir AcehBireuenJembatan AmbrukJembatan teupin maneTarif penyeberangan
Previous Post

Menggapai Desa yang Terputus

Next Post

Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana hingga 25 Desember

Related Posts

AMPI Nilai Banjir Aceh Bukan Sekadar Bencana Alam, Dipicu Salah Kelola Lingkungan

by Redaksi
31 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) menilai banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh bukan semata-mata bencana alam, melainkan...

Kasus Campak Ditemukan, Tim Vaksinasi Dikerahkan ke 9 Daerah Terdampak

by Riska Zulfira
19 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Dinas Kesehatan Aceh kembali mengerahkan tim vaksinasi dan pengendalian penyakit menular ke sembilan kabupaten/kota guna mencegah penyebaran campak...

Suluk Jadi Tempat Pulang Terakhir Jariyah di Bulan Ramadan

91 Ribu Lebih Warga Masih Mengungsi, Terbanyak di Aceh Utara

by Ulfah
19 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Delapan minggu pascabencana, 24.426 kepala keluarga (KK) atau 91.962 jiwa masih bertahan di lokasi pengungsian. Data Pos Komando...

Next Post

Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana hingga 25 Desember

Hari ke-16 Pascabencana, Warga Aceh Masih Berburu Listrik dan Internet untuk Bertahan Hidup

Discussion about this post

CERITA

Cinta Ibu yang Mengetuk Pintu Surga: Kisah di Balik Baju Lebaran Hasan dan Husein

15 Maret 2026
Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

14 Maret 2026

Menunggu Lebaran di Tenda Pengungsian

12 Maret 2026

Culture Shock Ramadan Banda Aceh bagi Mahasiswa Non-Muslim

11 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co