MASAKINI.CO – Lonjakan harga emas dalam kurun satu tahun terakhir mendorong minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap investasi emas digital. Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat peningkatan signifikan transaksi emas melalui layanan Bank Emas (bullion bank) yang terintegrasi dalam superapps BYOND by BSI.
Sejak diluncurkan pada 26 Februari 2025 lalu, harga emas bullion tercatat naik hingga 56,22 persen secara year to date (YtD). Kenaikan tersebut membuat emas kembali dilirik sebagai instrumen investasi jangka menengah dan panjang, terutama oleh kelompok usia 20–40 tahun atau generasi Z dan milenial.
Direktur Distribution and Sales BSI, Anton Sukarna, mengatakan hingga Desember 2025, penjualan emas BSI melalui aplikasi BYOND telah menembus 2,18 ton. Jumlah nasabah khusus layanan bullion bank juga mencapai lebih dari 500 ribu orang, dengan dominasi nasabah muda.
“Alhamdulillah, nasabah bullion bank BSI sudah lebih dari 500 ribu dan didominasi usia 20 sampai 40 tahun. Ini menunjukkan investasi emas semakin diminati generasi muda,” ujar Anton, Sabtu (17/1/2026).
Anton menjelaskan, meningkatnya minat tersebut didukung kemudahan layanan emas digital BSI yang dapat diakses secara real time selama 24 jam. Investasi emas di BSI dapat dimulai dengan nominal terjangkau, yakni sekitar Rp50 ribu, sehingga lebih inklusif dan mudah diakses berbagai kalangan.
Melalui superapps BYOND, nasabah dapat melakukan pembelian emas, penjualan emas, transfer emas, hingga mencetak emas fisik. Selain itu, emas yang dibeli secara digital disimpan di smart vault bank, sehingga memberikan jaminan keamanan bagi nasabah.
“Nasabah tidak perlu khawatir kehilangan emas fisik karena seluruh emas disimpan secara aman di bank,” kata Anton.
Selain transaksi jual beli, BSI juga menyediakan layanan cicil emas dan gadai emas melalui BYOND. Fasilitas cicil emas memungkinkan nasabah membeli emas dengan harga saat ini dan membayarnya secara bertahap hingga lunas.
Anton menambahkan, emas merupakan instrumen investasi yang cocok untuk perencanaan keuangan jangka menengah dan panjang, seperti persiapan haji, pendidikan, maupun dana darurat.
“Emas ini cocok untuk kebutuhan jangka menengah dan panjang. Likuid dan mudah dicairkan saat dibutuhkan,” ujarnya.










Discussion about this post