MASAKINI.CO – Bisnis UMKM Sioen Ija Ecoprint yang berbasis di Gampong Meunasah Baro, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, kini menarik perhatian luas, tidak hanya dari masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara. Produk ecoprint yang dihasilkan dari bahan alam dan proses alami ini, kini semakin diminati oleh turis dari berbagai negara, termasuk Prancis dan Kanada, yang datang ke daerah wisata Lampuuk.
Nurul Fahmi, seorang ibu muda berusia 39 tahun, adalah penggerak utama di balik kesuksesan Sioen Ija Ecoprint. Dengan tekad dan semangat tinggi, Nurul mengembangkan usahanya yang memanfaatkan kekayaan alam Aceh untuk menghasilkan produk tekstil yang tidak hanya unik tetapi juga ramah lingkungan.
“Kami ingin memberikan sesuatu yang berbeda kepada dunia, produk yang bukan hanya cantik, tapi juga memiliki nilai lingkungan yang tinggi,” katanya, Kamis (22/1/2026).
Produk unggulan dari Sioen Ija Ecoprint adalah kain dengan motif yang dihasilkan melalui teknik ecoprint, yaitu dengan menggunakan dedaunan dan bunga sebagai bahan utama. Setiap helai kain dihasilkan secara manual, dan motif yang tercetak di atasnya merupakan gambaran indah dari alam Aceh yang dikombinasikan dengan kreativitas tangan-tangan terampil.
“Kami menggunakan daun, bunga dan ranting yang tumbuh di sekitar sini sebagai cetakan motif. Teknik ini benar-benar alami, tanpa menggunakan bahan kimia. Setiap produk jadi seperti sebuah karya seni yang memiliki cerita dan keunikan,” jelas Nurul dengan penuh semangat.
Sioen Ija Ecoprint kini telah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang berkunjung ke daerah wisata Lampuuk, Aceh. “Turis asing sangat tertarik dengan produk kami, terutama yang berasal dari Prancis, Kanada, dan beberapa negara lainnya. Mereka memang suka membeli produk kerajinan tangan yang dibuat dengan cara alami dan berbahan dasar alam,” tambah Nurul.
Nurul Fahmi menegaskan bahwa ecoprint tidak hanya merupakan sebuah bisnis, tetapi juga merupakan cara untuk mengenalkan keindahan alam Aceh kepada dunia. “Kami ingin menunjukkan bahwa kreativitas yang berbasis alam bisa berkembang pesat dan memberi dampak positif. Kami bangga bisa melibatkan alam dalam setiap karya kami, dan berharap dapat terus melestarikan alam sambil memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.
Meskipun terbuat dari bahan alami yang diolah dengan teknik tradisional, produk Sioen Ija Ecoprint tetap dijual dengan harga yang cukup terjangkau. Harga kain ecoprint berkisar antara Rp300-800 ribu, tergantung pada ukuran dan motif yang diinginkan.
“Jika produksi semakin banyak, kami berharap harga bisa lebih terjangkau bagi konsumen,” ujar Nurul optimis.
Tidak hanya menjual kain ecoprint, Sioen Ija Ecoprint juga merencanakan untuk memperluas lini produknya. Mulai tahun ini, mereka akan mencoba memproduksi Tote Bag dan Baju dari kain ecoprint. “Beberapa konsumen sudah meminta kami untuk membuat pakaian, jadi kami akan coba memenuhinya,” ujar Nurul yang sudah memiliki rencana besar untuk mengembangkan usaha ini.
Dalam pengerjaannya, Sioen Ija Ecoprint memanfaatkan 16 orang tenaga kerja yang merupakan warga sekitar. Nurul merasa bersyukur bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Namun, ia juga tidak menutup mata terhadap tantangan yang dihadapi. Salah satu tantangan terbesar adalah menjaga kualitas dan jumlah produksi untuk memenuhi permintaan yang semakin tinggi, baik dari pasar lokal maupun mancanegara.
“Kami harus terus menjaga kualitas dan konsistensi produk. Kami tetap berkomitmen untuk menjaga proses yang alami dan ramah lingkungan,” jelas Nurul.








Discussion about this post