MASAKINI.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan sekitar 17 hektare lahan di Kabupaten Aceh Barat sejak Kamis, 15 Januari 2026 lalu.
Api melanda sejumlah kecamatan dan hingga kini masih dalam tahap pengendalian untuk mencegah penjalaran ke permukiman warga dan akses jalan utama.
Staf Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Aceh (Pusdatin BPBA), Haslinda, mengatakan kebakaran terjadi di Kecamatan Johan Pahlawan, Woyla, dan Meureubo, dengan sebaran titik api di beberapa gampong.
“Sejak awal kejadian, tim langsung diturunkan ke lapangan untuk pemadaman dan memutus rambatan api agar tidak mengarah ke permukiman dan jalan raya,” ujar Haslinda, Minggu (25/1/2026).
Berdasarkan data BPBA, total luas lahan yang terbakar mencapai ±17 hektare. Area terluas berada di Gampong Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, dengan luas sekitar 7,5 hektare.
Selain itu, kebakaran juga terjadi di Ujong Beurasok, Gampong Lapang seluas ±4,5 hektare, Suak Nie ±3 hektare, Alue Peunyareng ±1 hektare, Aron Baroh ±0,5 hektare, serta Pasi Aceh Tunong ±0,5 hektare.
Meski kebakaran meluas di beberapa titik, BPBA memastikan tidak terdapat korban jiwa maupun pengungsi akibat kejadian tersebut.
“Untuk korban jiwa, korban terdampak, dan pengungsi nihil. Namun dampak material berupa lahan terbakar cukup besar,” jelas Haslinda.
Penanganan karhutla dilakukan secara intensif dan bertahap. BPBA melalui Pusdalops menurunkan personel dengan dukungan dua unit drone untuk pemantauan udara, satu unit kendaraan Dmax, satu unit mobil pick up, dua unit mesin air lengkap dengan selang, serta satu unit ATV.
Upaya pemadaman terus berlanjut hingga hari ini, dengan fokus utama di Suak Raya dan Ujong Beurasok yang dinilai memiliki potensi penjalaran api cukup tinggi.
Selain pemadaman, petugas juga melakukan pembagian masker kepada masyarakat dan tiga sekolah di sekitar lokasi terdampak untuk mengantisipasi dampak asap.
Petugas melakukan pemotongan jalur api di Gampong Suak Nie menggunakan empat unit mesin air.
Sementara itu, Pos Damkar Kecamatan Woyla melakukan pemadaman di Gampong Aron Baroh, dan Pos Damkar Kecamatan Meureubo menangani kebakaran di sekitar kawasan Kampus STAIN Alue Peunyareng.
Pada Sabtu (24/1/2026), tim dari BPBD, KPH, dan Manggala Agni kembali melakukan penanganan lanjutan di tiga titik di Gampong Suak Raya dan Suak Nie. Damkar Pos Meureubo juga diturunkan untuk menangani titik api di Gampong Pasi Aceh Tunong.
Berdasarkan kondisi terakhir, api telah berhasil dipadamkan di sejumlah wilayah. Penanganan di Gampong Aron Baroh dinyatakan selesai dengan kondisi api padam 100 persen, sementara di Alue Peunyareng seluas satu hektare juga telah tuntas.
“Namun untuk Suak Raya dan Suak Nie, petugas masih melakukan pengendalian dan pendinginan karena masih terdapat potensi api menjalar ke permukiman dan jalan raya,” kata Haslinda.










Discussion about this post