MASAKINI.CO – Kepolisian Malaysia (PDRM) telah resmi menyatakan adanya tindakan penipuan serius terkait permohonan naturalisasi tujuh pemain untuk tim nasional sepak bola negara tersebut.
Dalam keterangan pada siang hari 22 Januari, Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Komersial Datuk Rusdi Mohd Isa menguraikan hasil penyelidikan mendalam. Penyelidikan dimulai setelah menerima 45 laporan dan telah mencatat keterangan dari 43 orang, seperti yang dilaporkan Bernama.
Pemeriksaan awal menunjukkan proses pemberian kewarganegaraan Malaysia kepada para pemain mengikuti prosedur standar. Namun, penyelidikan lebih dalam menemukan banyak ketidaksesuaian pada dokumen yang digunakan untuk membuktikan asal-usul dan kelayakan mereka, yang penting untuk pendaftaran FIFA.
Para pemain yakni Hector Hevel, Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, dan Jon Irazabal pernah bermain dalam kemenangan 4-0 atas Vietnam dan 1-0 atas Nepal pada kualifikasi Piala Asia Juni 2025.
FIFA telah memberikan denda dan larangan bermain selama satu tahun mulai September 2025 setelah menetapkan bahwa mereka tidak layak mewakili tim nasional Malaysia.
PDRM mengkonfirmasi dua orang telah diidentifikasi terkait pemalsuan dokumen, meskipun identitas mereka belum diumumkan ke publik, sesuai dengan laporan Scoop.
Kasus ini diselidiki berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Malaysia yang mencakup tuduhan penipuan dan pemicu pengalihan harta secara tidak jujur. Jika terbukti bersalah, tersangka bisa menghadapi hukuman penjara 1 hingga 10 tahun serta denda.
Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) belum terlibat dalam pelanggaran pidana. Panitia Investigasi Independen sebelumnya mencatat kelemahan administrasi dalam proses naturalisasi namun tidak menetapkan tanggung jawab pidana pada asosiasi tersebut.
Hasil penyelidikan PDRM menjadi langkah penting untuk mengklarifikasi skandal ini. Temuan ini diharapkan menjadi bukti penting bagi FIFA, AFC, dan CAS dalam menetapkan langkah selanjutnya bagi sepak bola Malaysia.










Discussion about this post