MASAKINI.CO – Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp54 miliar untuk merevitalisasi satuan pendidikan di Aceh yang terdampak bencana banjir. Kerjasama untuk program ini ditandatangani pada 15 Januari 2026.
Alokasi dana dibagi secara proporsional untuk berbagai jenjang pendidikan. PAUD mendapatkan Rp3,2 miliar, SD memperoleh Rp23 miliar, SMP menerima Rp22 miliar, dan SMA mendapatkan alokasi sebesar Rp5 miliar.
Prioritas utama dari kerja sama ini adalah memperbaiki sekolah yang mengalami kerusakan sedang, menyediakan perabotan sekolah, serta membangun area bermain dan alat permainan edukatif luar untuk lembaga PAUD.
Direktur Jenderal PAUD Dasmen Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto menegaskan bahwa upaya ini bagian dari komitmen negara. “Anak-anak tidak boleh kehilangan hak belajarnya karena bencana, sehingga kami percepat rehabilitasi sekaligus kelangsungan pembelajaran,” kata Gogot dalam siaran resmi yang dikutip, Minggu (25/1/2026).
Di Kabupaten Pidie Jaya, PAUD Permata Pidie Jaya telah merasakan manfaat dukungan ini dengan menerima bantuan alat permainan edukatif. Kepala Sekolah Fitriani menyampaikan bahwa bantuan tersebut langsung dimanfaatkan untuk kegiatan belajar anak-anak.
Kegiatan pembelajaran di sekolah tersebut telah berjalan kembali sejak 5 Januari 2026 meskipun sebagian ruangan masih difungsikan sebagai pengungsian. Sekolah yang melayani 20 peserta didik ini masih mengharapkan dukungan tambahan untuk buku dan perlengkapan belajar.
Secara nasional, Kemendikdasmen telah menetapkan linimasa pemulihan hingga Desember 2027. Selain revitalisasi, kementerian juga telah menyalurkan berbagai bantuan termasuk school kit, tenda pembelajaran, dan tunjangan bagi 16.467 guru terdampak.
Kebijakan penyelenggaraan pembelajaran darurat juga telah diterbitkan sebagai pedoman untuk semester genap tahun ajaran 2025/2026, memastikan pendidikan tetap berjalan meskipun dalam situasi darurat.










Discussion about this post