MASAKINI.CO – Presiden FIFA, Gianni Infantino mengindikasikan akan mengubah aturan organisasi, seiring banyaknya desakan untuk melarang Israel ikut kompetisi sepak bola.
Konflik antara Palestina dan Israel membuat UEFA merencanakan pemungutan suara terkait larangan pada September lalu, sebelum Presiden AS Donald Trump mengumumkan usulan perdamaian.
Banyak negara mendukung langkah tersebut, termasuk Irlandia yang mengusulkan penghentian keikutsertaan Israel di semua kompetisi UEFA.
Infantino juga menyampaikan bahwa larangan Rusia sejak invasi Ukraina tahun 2022 perlu diakhiri. “Kita harus melakukannya. Pasti saja. Karena larangan ini tidak menghasilkan apa-apa, hanya menciptakan lebih banyak frustrasi dan kebencian,” katanya kepada Sky News.
Menurutnya, kesempatan bermain bagi pemain muda Rusia di Eropa akan memberikan manfaat positif. Mengenai Israel, ia menyatakan larangan seperti pada Rusia adalah “kekalahan”.
Ia menekankan, “menetapkan dalam piagam kita bahwa kita sebenarnya tidak boleh melarang negara mana pun bermain sepak bola karena tindakan pemimpin politik mereka” dan “seseorang perlu menjaga hubungan tetap terbuka”.
Infantino juga membahas potensi boikot Piala Dunia 2026. “Di dunia yang terpecah, kita butuhkan kesempatan bertemu melalui hasrat pada sepak bola,” ujarnya, mengutip sportbible, Selasa (3/2/2026).
AS akan menjadi tuan rumah 74 pertandingan termasuk final Piala Dunia 2026. Ia memberikan Hadiah Perdamaian FIFA perdana kepada Trump yang menimbulkan kontroversi.










Discussion about this post