MASAKINI.CO – Sebanyak 53 sekolah di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah telah selesai direvitalisasi melalui anggaran tahun 2025 dan kini siap digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar.
Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat melakukan kunjungan kerja ke Aceh Tengah, Kamis (29/1/2026).
“Program revitalisasi sekolah tahun 2025 sudah tuntas 100 persen dan sudah bisa dimanfaatkan kembali untuk kegiatan belajar mengajar, baik di Aceh Tengah maupun di Bener Meriah,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia merinci, 36 sekolah berada di Kabupaten Aceh Tengah, sementara 17 sekolah lainnya di Kabupaten Bener Meriah, sehingga total terdapat 53 sekolah yang telah selesai direvitalisasi oleh pemerintah pusat.
Mendikdasmen menegaskan, revitalisasi sekolah menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyediakan sarana pendidikan yang layak dan aman bagi peserta didik, khususnya di daerah yang memiliki tantangan geografis dan risiko bencana.
Ia berharap pada tahun 2026 mendatang, wilayah-wilayah terdampak bencana dapat diprioritaskan untuk menerima bantuan revitalisasi sekolah.
Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu’ti juga meninjau kondisi SMP Negeri 22 Takengon, yang dinilai sudah tidak memungkinkan lagi digunakan sebagai bangunan sekolah permanen.
“Kami sudah membicarakan dengan Bapak Bupati agar sekolah ini direlokasi ke lokasi yang telah disiapkan pemerintah daerah. Insyaallah akan mendapatkan bantuan pembangunan unit sekolah baru pada tahun 2026,” jelasnya.
Selain itu, Mendikdasmen meninjau ruang kelas darurat yang masih digunakan siswa. Di tengah keterbatasan fasilitas, sekolah tetap memanfaatkan papan interaktif digital sebagai media pembelajaran untuk menjaga keberlanjutan proses belajar mengajar.
Ia juga berinteraksi langsung dengan siswa dengan mengajar di beberapa kelas, baik mata pelajaran Bahasa Inggris maupun Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), menggunakan media pembelajaran digital.
“Kondisi darurat tidak boleh menghentikan proses belajar anak-anak. Yang penting mereka tetap bisa belajar dan beraktivitas,” kata Abdul Mu’ti.
Kunjungan turut dilanjutkan ke SD Negeri 12 Bintang, yang sebagian bangunannya terdampak longsor. Pemerintah berencana memberikan bantuan tambahan berupa pembangunan ruang kelas baru.
Selain itu, permintaan pembangunan ruang guru, rumah dinas guru, serta kebutuhan pendukung seperti akses internet Starlink akan diupayakan realisasinya melalui kementerian pada tahun 2026.










Discussion about this post