MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Februari 17, 2026
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Foto

The Land from Above

Ahmad Mufti by Ahmad Mufti
31 Januari 2026
in Foto, Headline
A A

Sejumlah masyarakat melintasi jembatan darurat di Desa Bergang, Ketol, Aceh Tengah. | Foto: Ahmad Mufti/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Daratan Aceh terbentang seperti peta yang berubah paksa. Garis-garis alam kini bergeser, meninggalkan jejak yang tak bisa disembunyikan.

Kondisi permukiman dan lahan Kelapa Sawit pasca diterjang banjir bandang di Desa Babo, Bandar Pusaka, Aceh Tamiang. | Foto: Ahmad Mufti/white-lemur-836079.hostingersite.com

Sawah, sungai, lahan pertanian dan permukiman selama bertahun-tahun yang membentuk keseimbangan antara manusia dan alam porak-porandan.

Sejumlah tanaman Kelapa Sawit yang rubuh akibat diterjang banjir di Dusun Sukamaju, Desa Pengidam, Bandar Pusaka, Aceh Tamiang. | Foto: Ahmad Mufti/white-lemur-836079.hostingersite.com

Ketika hujan ekstrem datang, sungai meluap, longsor di perbukitan berubah menjadi kekuatan yang menguasai lanskap.

Foto udara Dusun Lhok Pungki, Desa Gunci, Sawang, Aceh Utara | Foto: Ahmad Mufti/white-lemur-836079.hostingersite.com

Dari ketinggian, air terlihat menciptakan jalurnya sendiri. Aliran baru memotong sawah, memasuki permukiman dan menghapus pola ruang yang dibangun.

Kondisi permukiman Desa Sekumur, Sekerak, Aceh Tamiang. | Foto: Ahmad Mufti/white-lemur-836079.hostingersite.com

Perbedaan antara sungai dan daratan lenyap. Hamparan tanah yang luas menjadi penanda betapa dahsyatnya bencana yang melanda.

Kondisi Puskesmas Pembantu (Pustu) yang hancur akibat banjir bandang di Desa Simpang Mulia, Juli, Bireuen. | Foto: Ahmad Mufti/white-lemur-836079.hostingersite.com

Jalan-jalan yang dahulu menyatukan desa kini terputus. Mobilitas manusia terhenti, menegaskan betapa tipisnya lapisan infrastruktur di hadapan kekuatan air.

Kondisi pasar yang masih porak-poranda di Desa Babo, Bandar Pusaka, Aceh Tamiang. | Foto: Ahmad Mufti/white-lemur-836079.hostingersite.com

Pola kerusakan ini hanya sepenuhnya terbaca dari udara, ia tampil sebagai krisis lanskap. Dari darat, banjir terasa sebagai peristiwa lokal.

Sejumlah tanaman Kelapa Sawit yang rubuh akibat diterjang banjir di Desa Babo, Bandar Pusaka, Aceh Tamiang. | Foto: Ahmad Mufti/white-lemur-836079.hostingersite.com

Foto udara merekam bagaimana air membentuk ulang tepian sungai, memperlebar alur dan melahirkan muara-muara baru. Tanah subur berubah menjadi ruang yang tak lagi pasti.

Kondisi permukiman Desa Sekumur, Sekerak, Aceh Tamiang. | Foto: Ahmad Mufti/white-lemur-836079.hostingersite.com

Banjir ini bukan anomali tunggal. Ia muncul dari pertemuan perubahan iklim, tekanan tata ruang dan daya tahan masyarakat yang terus diuji.

Foto udara kondisi permukiman Desa Batu Sumbang, Simpang Jernih, Aceh Timur. | Foto: Ahmad Mufti/white-lemur-836079.hostingersite.com

Aceh, dilihat dari atas, menegaskan bahwa lanskap adalah sistem hidup. Ketika keseimbangannya terganggu, perubahan itu menjalar, mengubah ruang, mata pencaharian dan masa depan manusia yang bergantung padanya.

Tags: banjir bandang AcehBanjir LongsorBencana AcehFoto udara
Previous Post

Lahan Ilalang di Leupung Aceh Besar Terbakar

Next Post

AMPI Nilai Banjir Aceh Bukan Sekadar Bencana Alam, Dipicu Salah Kelola Lingkungan

Next Post

AMPI Nilai Banjir Aceh Bukan Sekadar Bencana Alam, Dipicu Salah Kelola Lingkungan

Klasemen Bayar Pajak Premier League, Haaland Tembus 388 Miliar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CERITA

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

Dari Aceh ke Jakarta Lewat Layar: Cerita Irhamna Menemukan Ritme Kerja yang Lebih Tenang

1 Februari 2026

TERPOPULER

  • Kecelakaan di Tol Sigli–Banda Aceh, 1 Tewas dan 2 Luka-Luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manchester City Siapkan Dana hingga Rp1,596 Miliar untuk Rekrut Morgan Gibbs-White

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Aceh ke Jakarta Lewat Layar: Cerita Irhamna Menemukan Ritme Kerja yang Lebih Tenang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Motor Warga Darul Imarah Hilang, Diduga Dibawa Rekan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
MASAKINI.CO

© 2026 masakini.co

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

© 2026 masakini.co