MASAKINI.CO – Harga emas perhiasan di Aceh kembali mengalami penurunan. Pada Kamis (12/2/2026), harga emas tercatat turun sebesar Rp10 ribu dibandingkan hari sebelumnya.
Berdasarkan pantauan di akun Instagram @binanusa Pasar Aceh, harga emas perhiasan hari ini dijual Rp8.920.000 per mayam (3,3 gram), belum termasuk ongkos pembuatan. Penurunan ini menjadi kabar bagi masyarakat yang tengah mempertimbangkan untuk membeli perhiasan emas.
Sementara itu, di Kota Langsa, harga emas tercatat masih bertahan di angka Rp9.150.000 per mayam.
Selain harga dasar emas, pembeli juga perlu memperhitungkan ongkos pembuatan. Biaya tambahan ini berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per mayam, tergantung pada model dan tingkat kerumitan desain perhiasan yang dipesan. Semakin rumit desainnya, semakin tinggi pula ongkos pembuatannya.
Meski harga emas masih tergolong tinggi, kondisi tersebut tidak menyurutkan minat beli masyarakat. Pedagang emas di Banda Aceh, Daffa, mengatakan mayoritas transaksi saat ini masih didominasi pembelian.
“Sekitar 95 persen transaksi itu pembelian. Hanya sekitar lima persen yang menjual emas,” ujar Daffa.
Ia menjelaskan, emas masih dianggap sebagai instrumen investasi yang relatif aman. Karena itu, banyak masyarakat memilih membeli emas sebagai bentuk simpanan jangka panjang, terutama di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Daffa juga mengingatkan bahwa harga emas sangat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu. Bahkan untuk emas batangan, pergerakan harga bisa terjadi dalam hitungan menit mengikuti harga pasar global.
“Harga emas bisa berubah setiap hari. Untuk emas batangan bahkan bisa berubah per menit,” katanya.










Discussion about this post