MASAKINI.CO – Bulan Ramadan merupakan momen suci yang dinanti-nantikan umat Muslim di seluruh dunia.
Meskipun inti ibadahnya sama, setiap negara memiliki kebiasaan unik yang memperkaya makna bulan penuh berkah ini.
Berikut adalah beberapa tradisi khas dari berbagai belahan dunia:
Takbiran Keliling dan Meugang di Indonesia
Di Indonesia, suasana Ramadan semakin terasa ketika malam hari menjelang puasa dimulai dengan takbiran keliling.
Di banyak daerah, terutama pedesaan, masyarakat berkeliling kampung menggunakan kendaraan atau berjalan kaki sambil membaca takbir secara merdu.
Bahkan di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, sering diadakan acara buka bersama massal yang diikuti ribuan orang, menjadi simbol kebersamaan dan gotong royong.
Di Aceh khususnya, tradisi “meugang” atau menyembelih hewan kurban menjelang Ramadan juga menjadi bagian dari persiapan untuk menyambut bulan suci Ramadan.
Fanous dan Musik Tradisional di Mesir
Mesir memiliki tradisi khas berupa “Fanous” atau lentera Ramadan.
Lentera-lentera berwarna-warni ini dipajang di rumah-rumah, jalan raya, dan masjid, menjadi ikon kemeriahan bulan Ramadan.
Selain itu, setiap malam menjelang berbuka puasa, sering terdengar musik tradisional “mouled” yang dimainkan oleh kelompok musik jalanan, menghidupkan suasana kota-kota seperti Kairo dan Alexandria.
Sahur Sirene dan Makanan Khas di Turki
Di Turki, menjelang Ramadan pemerintah memasang sirene khusus yang berbunyi setiap pagi untuk mengingatkan masyarakat akan waktu sahur.
Tradisi ini dikenal sebagai “Sahur Sireni” dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan Ramadan di negara ini.
Selain itu, masyarakat Turki sangat menghargai hidangan khas Ramadan seperti “pide” (roti bakar dengan berbagai isian), “künefe” (kue manis berbahan dasar keju), dan “ayran” (minuman susu asin) yang selalu ada di meja buka puasa.
Takhlia dan Kain Berwarna Merah di Maroko
Di Maroko, menjelang Ramadan banyak keluarga melakukan tradisi “Takhlia” yaitu membersihkan rumah secara menyeluruh sebagai bentuk persiapan spiritual dan fisik.
Wanita Maroko juga kerap mengenakan kain tradisional berwarna merah dengan bordiran emas yang disebut “caftan” saat beraktivitas ibadah atau berkumpul dengan keluarga.
Saat berbuka puasa, hidangan utama yang selalu ada adalah “harira” (sup kacang merah dengan berbagai bumbu) yang dipercaya dapat menyegarkan tubuh setelah seharian berpuasa.
Bazaar Ramadan dan Pulut Kuning Malaysia
Malaysia terkenal dengan Bazaar Ramadan atau pasar malam khusus yang muncul menjelang bulan Ramadan.
Di pasar ini, berbagai macam makanan khas seperti ketupat, rendang, dan pulut kuning mudah ditemukan.
Tradisi “salam dua hala” juga menjadi kebiasaan unik, di mana keluarga dan tetangga saling mengunjungi untuk memberikan salam dan ucapan selamat menyambut Ramadan, sekaligus mempererat tali silaturahmi.
Setiap tradisi ini mencerminkan keberagaman budaya umat muslim di dunia, namun semuanya memiliki tujuan yang sama: meningkatkan keimanan, mempererat hubungan sosial, dan meraih berkah dari bulan Ramadan.










Discussion about this post