MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, April 3, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Kebiasaan Unik Menyambut Ramadan di Berbagai Negara

Ulfah by Ulfah
15 Februari 2026
in News
0
Kebiasaan Unik Menyambut Ramadan di Berbagai Negara

Ilustrasi menjelang Ramadan. | Foto : Istockphoto/Choreograph (Konstantin Yuganov)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Bulan Ramadan merupakan momen suci yang dinanti-nantikan umat Muslim di seluruh dunia.

Meskipun inti ibadahnya sama, setiap negara memiliki kebiasaan unik yang memperkaya makna bulan penuh berkah ini.

RelatedPosts

Harga Emas Turun, Perhiasan Anjlok Rp100 Ribu per Mayam

Data Penduduk Tembus 453 Ribu, Aktivasi Identitas Digital di Aceh Besar Masih Rendah

Periode Maret 2026, Kebakaran Pemukiman Mendominasi di Aceh

Berikut adalah beberapa tradisi khas dari berbagai belahan dunia:

Takbiran Keliling dan Meugang di Indonesia

Di Indonesia, suasana Ramadan semakin terasa ketika malam hari menjelang puasa dimulai dengan takbiran keliling.

Di banyak daerah, terutama pedesaan, masyarakat berkeliling kampung menggunakan kendaraan atau berjalan kaki sambil membaca takbir secara merdu.

Bahkan di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, sering diadakan acara buka bersama massal yang diikuti ribuan orang, menjadi simbol kebersamaan dan gotong royong.

Di Aceh khususnya, tradisi “meugang” atau menyembelih hewan kurban menjelang Ramadan juga menjadi bagian dari persiapan untuk menyambut bulan suci Ramadan.

Fanous dan Musik Tradisional di Mesir

Mesir memiliki tradisi khas berupa “Fanous” atau lentera Ramadan.

Lentera-lentera berwarna-warni ini dipajang di rumah-rumah, jalan raya, dan masjid, menjadi ikon kemeriahan bulan Ramadan.

Selain itu, setiap malam menjelang berbuka puasa, sering terdengar musik tradisional “mouled” yang dimainkan oleh kelompok musik jalanan, menghidupkan suasana kota-kota seperti Kairo dan Alexandria.

Sahur Sirene dan Makanan Khas di Turki

Di Turki, menjelang Ramadan pemerintah memasang sirene khusus yang berbunyi setiap pagi untuk mengingatkan masyarakat akan waktu sahur.

Tradisi ini dikenal sebagai “Sahur Sireni” dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan Ramadan di negara ini.

Selain itu, masyarakat Turki sangat menghargai hidangan khas Ramadan seperti “pide” (roti bakar dengan berbagai isian), “künefe” (kue manis berbahan dasar keju), dan “ayran” (minuman susu asin) yang selalu ada di meja buka puasa.

Takhlia dan Kain Berwarna Merah di Maroko

Di Maroko, menjelang Ramadan banyak keluarga melakukan tradisi “Takhlia” yaitu membersihkan rumah secara menyeluruh sebagai bentuk persiapan spiritual dan fisik.

Wanita Maroko juga kerap mengenakan kain tradisional berwarna merah dengan bordiran emas yang disebut “caftan” saat beraktivitas ibadah atau berkumpul dengan keluarga.

Saat berbuka puasa, hidangan utama yang selalu ada adalah “harira” (sup kacang merah dengan berbagai bumbu) yang dipercaya dapat menyegarkan tubuh setelah seharian berpuasa.

Bazaar Ramadan dan Pulut Kuning Malaysia

Malaysia terkenal dengan Bazaar Ramadan atau pasar malam khusus yang muncul menjelang bulan Ramadan.

Di pasar ini, berbagai macam makanan khas seperti ketupat, rendang, dan pulut kuning mudah ditemukan.

Tradisi “salam dua hala” juga menjadi kebiasaan unik, di mana keluarga dan tetangga saling mengunjungi untuk memberikan salam dan ucapan selamat menyambut Ramadan, sekaligus mempererat tali silaturahmi.

Setiap tradisi ini mencerminkan keberagaman budaya umat muslim di dunia, namun semuanya memiliki tujuan yang sama: meningkatkan keimanan, mempererat hubungan sosial, dan meraih berkah dari bulan Ramadan.

Tags: 1 Ramadan 1444 HMenyambut RamadanPersiapan Ramadan
Previous Post

Dua Hari Jelang Meugang, Harga Daging Sapi di Lambaro Merangkak Naik

Next Post

Afdhal Serahkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran Alue Naga

Related Posts

Pemko Banda Aceh Gelar Pasar Murah Daging Meugang, Ini Tanggal dan Lokasinya

Pemko Banda Aceh Gelar Pasar Murah Daging Meugang, Ini Tanggal dan Lokasinya

by Redaksi
12 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Banda Aceh akan menggelar Pasar Murah Daging Meugang selama empat hari, 15-18...

Puluhan PKL di Banda Aceh Terima Surat Teguran dari Satpol PP WH

Puluhan PKL di Banda Aceh Terima Surat Teguran dari Satpol PP WH

by Aininadhirah
10 Februari 2026
0

MASAKINI.CO – Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sepanjang Jalan T. Iskandar, mulai dari Lambhuk hingga Simpang Tujuh...

Hey Bestie, Ramadan Sebentar Lagi, Ini Aturan & Niat Puasa Qadha

Muhammadiyah tetapkan 1 Ramadan 1444 Hijriah pada 23 Maret

by Ali L
31 Januari 2023
0

MASAKINI.CO - Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah merilis hasil hisab penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1444 H. Puasa Ramadan 2023...

Next Post
Afdhal Serahkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran Alue Naga

Afdhal Serahkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran Alue Naga

Permulaan Lamban, Jadi Momok yang Mengganggu Langkah Barcelona

Discussion about this post

CERITA

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

Cinta Ibu yang Mengetuk Pintu Surga: Kisah di Balik Baju Lebaran Hasan dan Husein

15 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co