MASAKINI.CO – Pertemuan Benfica dengan Real Madrid di babak gugur Liga Champions bulan ini, menjadi ajang bagi Jose Mourinho untuk merespons spekulasi kembalinya ke markas Los Blancos. Klaim soal kemungkinan dia pindah tanpa biaya kompensasi menjadi sorotan.
Mourinho yang kembali melatih Benfica sejak September lalu, berhasil membawa klub tersebut ke fase knockout setelah mengalahkan Real Madrid pada Januari. Kedua tim kini akan bertemu dalam dua laga perempat final musim ini.
Sebelum laga pertama pada hari Selasa malam, pelatih yang dikenal menguasai perang psikologis menyampaikan pandangannya soal kabar dirinya akan kembali ke Bernabéu. Ia menekankan fokus pada posisinya saat ini.
“Saya tidak ingin memperbesar cerita yang tidak ada,” ujar Mourinho kepada awak media. “Saya punya satu tahun lagi kontrak dengan Benfica; sangat istimewa karena masa kampanye dan kami ingin melindungi presiden baru. Ada klausa yang mudah dibatalkan. Saya tidak punya masalah dengan Madrid.”
Menurut laporan AS, klausa tersebut memungkinkan Mourinho hengkang tanpa biaya apapun jika ia keluar dalam 10 hari setelah pertandingan terakhir musim ini. Spekulasi mengenai apakah kedua pihak bersedia menjalankannya terus meningkat.
Ditemui wartawan mengenai kemungkinan menolak tawaran Real Madrid, Mourinho menjawab sambil tersenyum, “Ya, bisa saja,” mengutip SI, Selasa (17/2/2026). AS menyebut dia puas di Benfica – klub yang pernah melepaskannya hanya dalam tiga bulan di awal karir manajerialnya – namun “panggilan dari Real Madrid bisa mengubah segalanya.”
Mourinho melatih Real Madrid selama tiga musim (2010-2013), meraih gelar liga dengan rekor prestasi usai mengalahkan Barcelona milik Pep Guardiola, namun gagal membawa pulang Liga Champions setelah tiga kali tersingkir di semifinal.
Masa jabatannya kerap diingat karena suasana yang tegang, di mana beberapa pemain menangis akibat gaya manajemennya dan suasana paranoia menyelimuti klub akibat tuduhannya terhadap wasit. “Saya melakukan beberapa hal dengan baik dan beberapa hal buruk,” akunya, menyebut masa itu “sulit, intens, dan penuh ketegangan.”










Discussion about this post