MASAKINI.CO – Produk olahan warga terdampak banjir di Desa Seuneubok Simpang, Aceh Timur, resmi dipasarkan dalam ajang Exsis Ramadhan USK 2026 di Banda Aceh. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Universitas Syiah Kuala (USK) untuk mendorong pemulihan ekonomi berbasis produksi dan pasar, bukan sekadar bantuan sosial.
Warga bersama mahasiswa KKN dan kelompok PKK desa mengembangkan sejumlah produk bernilai jual, mulai dari abon berbahan keumamah, jamu kering tradisional, hingga sabun cuci tangan berbasis bahan lokal. Produk tersebut kini diuji langsung di pasar Ramadan yang berlangsung 19 Februari hingga 10 Maret 2026 di Jalan Gelanggang USK.
Ketua Program Mahasiswa Berdampak, Prof. Dr. Zumaidar, menegaskan program ini dirancang untuk memutus ketergantungan warga pada bantuan pascabencana.
“Program ini tidak hanya fokus pada pemulihan pascabencana, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan keterampilan dan pemasaran produk lokal. Kami berharap kolaborasi ini menjadi model pemberdayaan berbasis komunitas yang berkelanjutan,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, tantangan utama pascabencana bukan hanya kerusakan fisik, tetapi hilangnya sumber penghasilan warga. Karena itu, USK memilih pendekatan produksi dan pemasaran terpadu agar masyarakat memiliki sumber pendapatan berkelanjutan.
Selain dipasarkan, sebagian produk juga disalurkan ke wilayah lain yang terdampak banjir di Aceh sebagai bentuk solidaritas. Program ini melibatkan aparat desa, tokoh masyarakat, dan mahasiswa dalam satu skema pemberdayaan ekonomi.









Discussion about this post