MASAKINI.CO – Dalam menjalankan ibadah puasa, seseorang merasakan ketenangan secara fisik dan mental. Namun tidak jarang ada juga yang mengalami sakit kepala, kelelahan, bahkan sulit berpikir jernih terutama menjelang siang hari.
Kondisi ini bergantung seberapa tangguh dan metabolisme tubuh seseorang.
Dokter Penyakit Dalam, Niyas Khalid menjelaskan saat menjalani ibadah puasa, metabolism tubuh seseorang mengalami perubahan. Tubuh seseorang sangat bergantung pada glukosa di bawah insulin.
“Ketika puasa dimulai, kadar insulin menurun, cadangan glikogen secara bertahap digunakan, dan terjadi pergeseran metabolisme,” kata Niyas, mengutip gulf news, Jumat (20/2/2026).
Namun jika seseorang memiliki ketahanan metabolisme yang baik, transisi ini berjalan dengan lancer, tanpa merasakan sakit kepala, kelelahan hingga sulit untuk berpikir.
Fathima Anthony, Spesialis Kedokteran Keluarga di NMC Specialty Hospital, Al Nahda, Dubai, mengungkapkan mengonsumsi makanan tinggi gula atau karbohidrat olahan saat berbuka puasa dan sahur dapat memicu fluktuasi gula darah, sehingga menyebabkan penurunan energi secara tiba-tiba.
Kemudian, kelelahan saat berpuasa dapat terjadi karena dehidrasi, pengurangan asupan kalori, penarikan kafein, atau gangguan tidur.
Sahur Penentu Suasana
Pilihan menu makanan yang dikonsumsi saat sahur menjadi penentu bagaimana kondisi kita saat menjalani ibadah puasa selama seharian.
Makanan saat sahur yang sebagian besar terdiri dari karbohidrat olahan atau gula menyebabkan peningkatan glukosa dan insulin yang cepat, dapat menyebabkan kelelahan di pagi hari dan rasa lemas di siang hari.
Mengonsumsi makanan seimbang mencakup protein, serat, dan lemak sehat dapat memperlambat penyerapan glukosa dan mendukung pelepasan energi yang lebih bertahap.
Kemudian konsumsi cairan yang cukup saat waktu berbuka puasa dan sahur sama pentingnya. Bahkan kekurangan cairan ringan pun dapat mengganggu konsentrasi dan memperburuk kelelahan.









Discussion about this post