MASAKINI.CO – Ibadah puasa di bulan Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan haus. Lebih dari itu, puasa juga menjadi sarana untuk melatih kesabaran dan mengendalikan emosi dalam kehidupan sehari-hari.
Ustaz Abdul Somad, dalam salah satu ceramahnya menyampaikan bahwa esensi puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menahan amarah serta menjaga sikap terhadap sesama.
“Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan amarah, menjaga lisan, dan menahan diri dari perbuatan yang tidak baik,” ujar Ustaz Abdul Somad dalam ceramahnya.
Menurutnya, rasa lapar dan haus yang dirasakan selama berpuasa seharusnya menjadi pengingat bagi umat Islam untuk lebih sabar dalam menghadapi berbagai situasi, termasuk ketika menghadapi perbedaan pendapat maupun persoalan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menambahkan, Ramadan merupakan momentum bagi setiap muslim untuk memperbaiki diri dan membentuk akhlak yang lebih baik.
“Kalau orang berpuasa tetapi masih mudah marah, berkata kasar, dan menyakiti orang lain, berarti ia belum memahami makna puasa yang sebenarnya,” katanya.
Melalui ibadah puasa, umat Islam diharapkan tidak hanya mampu menahan rasa lapar dan haus, tetapi juga mampu mengendalikan emosi, menjaga ucapan, serta memperbaiki hubungan dengan sesama.









Discussion about this post