MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Maret 16, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Aset Perbankan Aceh Tembus Rp62,23 Triliun, Pembiayaan Tumbuh 52 Persen

Riska Zulfira by Riska Zulfira
16 Maret 2026
in News
0

Ilustrasi. Aktivitas di Bank Aceh | Foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO –  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja sektor perbankan di Aceh terus mengalami pertumbuhan dalam lima tahun terakhir. Hingga posisi 31 Januari 2026, total aset perbankan di wilayah Aceh mencapai Rp62,23 triliun atau meningkat 19,15 persen.

Kepala OJK Provinsi Aceh, Daddi Peryoga, mengatakan selain pertumbuhan aset, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat 13,35 persen menjadi Rp44,57 triliun. Sementara itu, penyaluran pembiayaan tumbuh lebih tinggi yakni 52,15 persen menjadi Rp47,41 triliun.

RelatedPosts

Korban Bencana Hidrometeorologi Aceh Timur Terima Bantuan dari Kemensos dan Kemendagri

Anggaran Terbatas, Pawai Takbiran Banda Aceh Tahun Ini Diikuti 15 Kafilah

Stok Hewan Meugang Idul Fitri di Aceh Aman, Sapi Capai 16.381 Ekor

“Rasio Non Performing Financing (NPF) masih terjaga di bawah lima persen dengan rasio Finance to Deposit Ratio (FDR) mencapai 106,38 persen pada Januari 2026,” kata Daddi, Senin (16/3/2026).

Ia menjelaskan, rasio FDR yang telah melampaui 100 persen menunjukkan bahwa dana masyarakat yang dihimpun oleh perbankan di Aceh telah tersalurkan seluruhnya ke sektor pembiayaan.

Namun demikian, kebutuhan pembiayaan di Aceh dinilai masih lebih besar dibandingkan dana yang dihimpun di daerah. Hal itu terlihat dari perbandingan pembiayaan berdasarkan lokasi bank yang tercatat Rp47,41 triliun, sementara pembiayaan berdasarkan lokasi proyek mencapai Rp53,94 triliun.

Menurut Daddi, kondisi tersebut mengindikasikan masih besarnya kebutuhan pendanaan untuk mendukung aktivitas ekonomi di Aceh. “Rasio FDR yang sudah maksimal dan pembiayaan yang lebih tinggi dari DPK menunjukkan kebutuhan pembiayaan di Aceh masih lebih besar dari dana yang dihimpun,” ujarnya.

Karena itu, OJK menilai perlu adanya peningkatan arus investasi untuk memperkuat ketersediaan sumber pendanaan di Aceh. Selain itu, perbaikan ekosistem investasi juga diperlukan untuk menarik minat investor masuk ke daerah.

Di sisi lain, lembaga jasa keuangan diharapkan dapat menghadirkan produk dan skema pembiayaan yang lebih inovatif serta adaptif agar mampu mengakomodasi kebutuhan pembiayaan masyarakat maupun pelaku usaha secara lebih luas.

Sementara itu, kinerja Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) di Aceh pada Januari 2026 menunjukkan penurunan. Total aset BPRS tercatat Rp917 miliar atau turun 2,18 persen secara tahunan.

Dana Pihak Ketiga BPRS juga tercatat sebesar Rp565 miliar atau turun 3,09 persen. Penyaluran pembiayaan BPRS ikut mengalami penurunan 3,06 persen menjadi Rp696 miliar. Meski demikian, risiko pembiayaan di sektor ini menunjukkan perbaikan. Rasio Non Performing Financing BPRS menurun dari 13,87 persen pada Desember 2025 menjadi 13,64 persen pada Januari 2026.

Di sektor perusahaan pembiayaan syariah, kinerja justru mengalami peningkatan. Penyaluran pembiayaan pada Desember 2025 tercatat sebesar Rp5,67 triliun, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp5,05 triliun. Rasio NPF di sektor ini tetap stabil di angka 1,40 persen.

Tags: aset perbankan Acehdana pihak ketiga AcehInvestasi Acehkinerja perbankan AcehOJK Acehpembiayaan perbankan Aceh
Previous Post

Cinta Ibu yang Mengetuk Pintu Surga: Kisah di Balik Baju Lebaran Hasan dan Husein

Next Post

Dinas Pendidikan Aceh Tunggu Edaran Pusat Soal Wacana WFH untuk Penghematan BBM

Related Posts

OJK Beri Perlakuan Khusus Kredit Pembiayaan Korban Bencana di Aceh

by Riska Zulfira
20 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan perlakuan khusus atas pembiayaan bagi debitur yang terdampak banjir dan tanah longsor di...

Kadin Aceh Sebut Polemik Beras Sabang Berpotensi Ganggu Iklim Investasi

by Riska Zulfira
25 November 2025
0

MASAKINI.CO - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh menilai polemik 250 ton beras yang masuk ke Sabang berpotensi menciptakan citra...

Tingkatkan Daya Saing, OJK Aceh Dorong Penguatan Tata Kelola Lembaga Jasa Keuangan

by Riska Zulfira
14 November 2025
0

MASAKINI.CO - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh menegaskan perlunya penguatan tata kelola di seluruh Lembaga Jasa Keuangan (LJK) sebagai...

Next Post

Dinas Pendidikan Aceh Tunggu Edaran Pusat Soal Wacana WFH untuk Penghematan BBM

Salat Ied Idulfitri 2026 Dipusatkan di Masjid Raya Baiturrahman

Discussion about this post

CERITA

Cinta Ibu yang Mengetuk Pintu Surga: Kisah di Balik Baju Lebaran Hasan dan Husein

15 Maret 2026
Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

14 Maret 2026

Menunggu Lebaran di Tenda Pengungsian

12 Maret 2026

Culture Shock Ramadan Banda Aceh bagi Mahasiswa Non-Muslim

11 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co