MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Agustus 7, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Aset Perbankan Aceh Tembus Rp62,23 Triliun, Pembiayaan Tumbuh 52 Persen

Riska Zulfira by Riska Zulfira
16 Maret 2026
in News
0

Ilustrasi. Aktivitas di Bank Aceh | Foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO –  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja sektor perbankan di Aceh terus mengalami pertumbuhan dalam lima tahun terakhir. Hingga posisi 31 Januari 2026, total aset perbankan di wilayah Aceh mencapai Rp62,23 triliun atau meningkat 19,15 persen.

Kepala OJK Provinsi Aceh, Daddi Peryoga, mengatakan selain pertumbuhan aset, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat 13,35 persen menjadi Rp44,57 triliun. Sementara itu, penyaluran pembiayaan tumbuh lebih tinggi yakni 52,15 persen menjadi Rp47,41 triliun.

RelatedPosts

Rokok Kretek Filter Jadi Salah Satu Komoditas Pembentuk Garis Kemiskinan Aceh

Mujiburrahman Kembali Dilantik Sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Periode 2026-2030

Jelang Perayaan Maulid, Pedagang Prediksi Harga Pangan Mulai Naik

“Rasio Non Performing Financing (NPF) masih terjaga di bawah lima persen dengan rasio Finance to Deposit Ratio (FDR) mencapai 106,38 persen pada Januari 2026,” kata Daddi, Senin (16/3/2026).

Ia menjelaskan, rasio FDR yang telah melampaui 100 persen menunjukkan bahwa dana masyarakat yang dihimpun oleh perbankan di Aceh telah tersalurkan seluruhnya ke sektor pembiayaan.

Namun demikian, kebutuhan pembiayaan di Aceh dinilai masih lebih besar dibandingkan dana yang dihimpun di daerah. Hal itu terlihat dari perbandingan pembiayaan berdasarkan lokasi bank yang tercatat Rp47,41 triliun, sementara pembiayaan berdasarkan lokasi proyek mencapai Rp53,94 triliun.

Menurut Daddi, kondisi tersebut mengindikasikan masih besarnya kebutuhan pendanaan untuk mendukung aktivitas ekonomi di Aceh. “Rasio FDR yang sudah maksimal dan pembiayaan yang lebih tinggi dari DPK menunjukkan kebutuhan pembiayaan di Aceh masih lebih besar dari dana yang dihimpun,” ujarnya.

Karena itu, OJK menilai perlu adanya peningkatan arus investasi untuk memperkuat ketersediaan sumber pendanaan di Aceh. Selain itu, perbaikan ekosistem investasi juga diperlukan untuk menarik minat investor masuk ke daerah.

Di sisi lain, lembaga jasa keuangan diharapkan dapat menghadirkan produk dan skema pembiayaan yang lebih inovatif serta adaptif agar mampu mengakomodasi kebutuhan pembiayaan masyarakat maupun pelaku usaha secara lebih luas.

Sementara itu, kinerja Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) di Aceh pada Januari 2026 menunjukkan penurunan. Total aset BPRS tercatat Rp917 miliar atau turun 2,18 persen secara tahunan.

Dana Pihak Ketiga BPRS juga tercatat sebesar Rp565 miliar atau turun 3,09 persen. Penyaluran pembiayaan BPRS ikut mengalami penurunan 3,06 persen menjadi Rp696 miliar. Meski demikian, risiko pembiayaan di sektor ini menunjukkan perbaikan. Rasio Non Performing Financing BPRS menurun dari 13,87 persen pada Desember 2025 menjadi 13,64 persen pada Januari 2026.

Di sektor perusahaan pembiayaan syariah, kinerja justru mengalami peningkatan. Penyaluran pembiayaan pada Desember 2025 tercatat sebesar Rp5,67 triliun, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp5,05 triliun. Rasio NPF di sektor ini tetap stabil di angka 1,40 persen.

Tags: aset perbankan Acehdana pihak ketiga AcehInvestasi Acehkinerja perbankan AcehOJK Acehpembiayaan perbankan Aceh
Previous Post

Wawalko Afdhal Tutup BSI Fest Ramadan 1447 H

Next Post

Dinas Pendidikan Aceh Tunggu Edaran Pusat Soal Wacana WFH untuk Penghematan BBM

Related Posts

OJK Aceh Perkuat Kompetensi Frontliner untuk Tingkatkan Perlindungan Konsumen

by Riska Zulfira
24 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh memperkuat perlindungan konsumen sektor jasa keuangan dengan meningkatkan kapasitas petugas layanan atau...

Ekonom: Aceh Butuh Industri Besar untuk Ubah Struktur Ekonomi

by Aininadhirah
22 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Aceh membutuhkan dorongan besar melalui pembangunan industri berskala besar untuk mengubah struktur perekonomian daerah. Pengembangan industri hilir berbasis...

OJK Nilai El Nino Berpotensi Tekan Ekonomi Aceh, Sektor Pertanian Perlu Diantisipasi

by Aininadhirah
10 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh menilai potensi fenomena El Nino pada 2026 perlu diantisipasi karena dapat memengaruhi...

Next Post

Dinas Pendidikan Aceh Tunggu Edaran Pusat Soal Wacana WFH untuk Penghematan BBM

Salat Ied Idulfitri 2026 Dipusatkan di Masjid Raya Baiturrahman

Discussion about this post

CERITA

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co