MASAKINI.CO – Upaya menekan risiko penyakit jantung koroner mulai digencarkan hingga ke tingkat desa. Di Aceh Besar, sebanyak 130 warga Desa Lamceu menjalani skrining kesehatan gratis dalam program Action Awareness and Risk Evaluation of Coronary Heart Disease (AWARE) yang digelar Asian Medical Students’ Association Universitas Syiah Kuala (AMSA-USK).
Kegiatan ini menjadi langkah konkret mendorong deteksi dini di tengah masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap penyakit jantung yang kerap datang tanpa gejala awal. Pemeriksaan yang dilakukan mencakup tanda-tanda vital, gula darah sewaktu, hingga elektrokardiografi (EKG).
Ketua pelaksana, Wathan Mulki, menegaskan kegiatan ini menyasar persoalan mendasar, yakni minimnya pemahaman masyarakat terhadap risiko penyakit jantung.
“Fokus kami bukan hanya pemeriksaan, tetapi bagaimana masyarakat paham risiko dan mulai mengubah pola hidup sebelum terlambat,” ujarnya.
Selain skrining massal, warga juga mendapatkan konsultasi medis langsung serta obat-obatan sesuai kebutuhan. Antusiasme tinggi terlihat dari warga yang memanfaatkan layanan ini sebagai kesempatan langka untuk memeriksa kondisi kesehatan mereka secara menyeluruh.
Edukasi diperkuat melalui penyuluhan oleh Said Qadaru Alaydrus yang mengulas faktor risiko, gejala awal, hingga pentingnya deteksi dini penyakit jantung koroner.
Tak hanya itu, tim juga menembus rumah-rumah warga melalui program home visit. Sebanyak 37 rumah dengan total 53 warga mendapatkan pemeriksaan langsung serta edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sebagai langkah memperluas jangkauan layanan.
Kepala Desa Lamceu, Jamaluddin, menyebut kegiatan ini menjadi intervensi penting di tengah keterbatasan akses layanan kesehatan di desa.
“Ini sangat membantu masyarakat kami, terutama dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan jantung,” ujarnya.
Melibatkan kolaborasi tenaga medis profesional dan mahasiswa kedokteran, kegiatan ini menegaskan bahwa edukasi dan deteksi dini menjadi kunci menekan risiko penyakit mematikan tersebut. AMSA-USK memastikan program serupa akan terus diperluas untuk menjangkau lebih banyak masyarakat yang masih minim akses layanan kesehatan.







Discussion about this post