MASAKINI.CO – Musim panen padi di berbagai wilayah Aceh dihadapkan pada ancaman serius. Cuaca yang tidak menentu panas terik lalu hujan deras dalam waktu singkat membuat petani kesulitan mengeringkan hasil panen.
Kondisi ini memicu keresahan di kalangan petani, karena proses penjemuran padi menjadi tidak optimal. Jika tidak kering sempurna, kualitas gabah terancam rusak.
Salah satu petani, Rahmat, mengaku kesulitan menghadapi pola cuaca yang berubah-ubah dalam sehari.
“Cuaca tidak menentu seperti ini, kami petani sedikit resah. Takut padi tidak kering sempurna,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, padi yang tidak dijemur hingga benar-benar kering berisiko mengalami kerusakan serius. Dalam kondisi lembap, butir padi dapat dengan cepat memunculkan tunas atau kecambah.
“Kalau tidak kering betul, padi bisa tumbuh tunas lagi dan tidak bisa jadi beras. Bahkan dalam sehari saja sudah bisa tumbuh,” jelasnya.
Situasi ini berdampak langsung pada kualitas dan nilai jual hasil panen. Padi yang sudah berkecambah tidak lagi layak diolah menjadi beras, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian bagi petani.
Petani berharap kondisi cuaca segera stabil agar proses pengeringan berjalan maksimal dan kualitas panen tetap terjaga di tengah musim panen yang sedang berlangsung.






Discussion about this post