MASAKINI.CO – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak langsung terhadap konektivitas penerbangan dari dan menuju Banda Aceh.
Sebanyak 10 penerbangan di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, dibatalkan pada Senin (7/9/2026) akibat penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, hingga pukul 18.00 karena sebaran abu vulkanik.
Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi Bandara Sultan Iskandar Muda, @sultaniskandarmudairport.
“Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, penerbangan dari dan ke Bandara Sultan Iskandar Muda mengalami pembatalan dan penundaan sementara,” demikian keterangan manajemen bandara.
Dari 10 penerbangan yang dibatalkan, lima merupakan penerbangan dari Banda Aceh menuju Jakarta. Masing-masing yakni ID-6899 dengan jadwal keberangkatan pukul 07.00 WIB, GA-141 pukul 11.05 WIB, GA-147 pukul 15.40 WIB, IP-343 pukul 12.10 WIB, serta IU-995 pukul 14.05 WIB.
Sementara lima penerbangan lainnya merupakan rute Jakarta menuju Banda Aceh, yakni GA-140 dengan jadwal keberangkatan pukul 07.30 WIB, GA-146 pukul 11.55 WIB, IP-342 pukul 08.35 WIB, IU-994 pukul 10.40 WIB, serta ID-6898 pukul 15.15 WIB.
General Manager Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), Rahmat Adil Indrawan, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan maskapai dan seluruh pemangku kepentingan untuk memantau perkembangan kondisi ruang udara serta penanganan penumpang yang terdampak.
Dirinya mengimbau calon penumpang dengan rute dari dan menuju Jakarta agar tidak datang ke bandara sebelum mendapatkan kepastian status penerbangan dari maskapai.
“Penumpang dapat memantau informasi terbaru melalui kanal resmi maskapai maupun Bandara Sultan Iskandar Muda terkait perubahan jadwal penerbangan,” ujarnya kepada masakini.co.
Manajemen menegaskan keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas. Penyesuaian operasional akan dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi ruang udara dan keputusan otoritas penerbangan.










Discussion about this post