MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Oktober 11, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

AMSI Aceh Gelar Pelatihan Kode Etik Jurnalistik, Bahas Verifikasi hingga AI

Ahmad Mufti by Ahmad Mufti
11 Oktober 2026
in News
0

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Aceh menggelar pelatihan kode etik jurnalistik selama dua hari, 10–11 Oktober 2026, di Hotel Ayani, Banda Aceh. | Foto: ist

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Aceh menggelar pelatihan kode etik jurnalistik selama dua hari, 10–11 Oktober 2026, di Hotel Ayani, Banda Aceh. Pelatihan ini membekali wartawan dengan pemahaman tentang etika pemberitaan, verifikasi informasi, aturan pers, hingga penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam kerja jurnalistik.

Pelatihan bertema Penguatan Profesionalisme Wartawan melalui Penerapan Kode Etik Jurnalistik tersebut dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, pada Sabtu (10/10/2026).

RelatedPosts

Harga Ayam Potong Tembus Rp70 Ribu, Pedagang Nasi Geprek Terjepit

Cabai Merah Tembus Rp80 Ribu per Kilogram, Banjir dan Maulid Jadi Pemicu

SYAFIF Goes to Aceh Hadirkan Bazaar UMKM dan Edukasi Keuangan Syariah

Dalam sambutannya, Taufik menegaskan pentingnya menjaga akurasi dan melakukan verifikasi di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, kecepatan publikasi tidak boleh mengesampingkan ketepatan informasi.

“Kecepatan pemberitaan harus berjalan seiring dengan akurasi dan verifikasi. Setiap informasi perlu diperiksa sumber dan konteksnya,” ujar Taufik.

Ia juga menyebut pers memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan, menjaga perdamaian, menyuarakan kebutuhan masyarakat, dan mengawasi kebijakan publik. Karena itu, hubungan pemerintah dan media perlu dibangun melalui komunikasi terbuka dengan tetap menghormati independensi pers.

Salah satu materi utama disampaikan jurnalis senior sekaligus ahli pers, Adi Warsidi, yang membahas kode etik jurnalistik dan aturan tentang media. Ia menegaskan, kredibilitas media tidak semata-mata ditentukan oleh status verifikasi, kelengkapan administrasi, atau tampilan situs berita, tetapi terutama oleh kualitas pemberitaannya.

Menurut Adi, media harus menjaga akurasi, memverifikasi fakta, menerapkan prinsip keberimbangan, serta mematuhi Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Status verifikasi tidak otomatis menjamin seluruh berita memenuhi prinsip jurnalistik. Sebaliknya, media yang belum terverifikasi juga tidak serta-merta menghasilkan berita yang tidak benar.

Ia turut menekankan pentingnya tata kelola perusahaan pers, termasuk kejelasan identitas perusahaan, struktur redaksi, penanggung jawab pemberitaan, dan mekanisme pemeriksaan informasi sebelum berita diterbitkan.

Adi juga mengingatkan wartawan agar memahami Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, khususnya ketentuan mengenai kemerdekaan pers dan penghalangan kerja jurnalistik. Menurutnya, dugaan tindak pidana penghalangan kerja jurnalistik harus dinilai berdasarkan fakta dan unsur hukum, bukan semata-mata karena terjadi perselisihan terkait pemberitaan.

Pada hari pertama, wartawan utama sekaligus Pemimpin Redaksi Masakini.co, Maimun Saleh, menyampaikan materi Reportase Berbasis Etik di Era Digital.

Sementara pada hari kedua, Minggu (11/10/2026), peserta mengikuti materi Penggunaan AI di Era Digital dan Etika Jurnalisme yang disampaikan Uzair, wartawan utama, CEO Radio Antero, sekaligus Pemimpin Redaksi Anterokini.com. Pelatihan dilanjutkan dengan materi Pengelolaan Tajuk Berbasis Kode Etik oleh Bahrul Walidin, wartawan utama sekaligus pimpinan redaksi Metroaceh.com.

Melalui pelatihan ini, AMSI Aceh mendorong wartawan dan pengelola media menerapkan kode etik secara konsisten, termasuk saat menghadapi tantangan teknologi digital. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga kualitas pemberitaan dan kepercayaan masyarakat terhadap media.

Tags: AMSI Acehetika perskredibilitas mediapelatihan kode etik jurnalistikpenggunaan AI dalam jurnalistikprofesionalisme wartawanverifikasi berita
Previous Post

Harga Ayam Potong Tembus Rp70 Ribu, Pedagang Nasi Geprek Terjepit

Related Posts

Komdigi: Kredibilitas Jadi Kunci Keberlanjutan Media Lokal di Era Digital

by Aininadhirah
24 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Direktur Ekosistem Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komidigi), Farida Dewi Maharani, menilai kredibilitas menjadi modal utama bagi perusahaan...

Awali 2025, AMSI Aceh Jajaki Kerja Sama dengan Berbagai Lembaga

Awali 2025, AMSI Aceh Jajaki Kerja Sama dengan Berbagai Lembaga

by Alfath Asmunda
9 Januari 2025
0

MASAKINI.CO - Mengawali tahun 2025, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Aceh melakukan kunjungan kerja ke berbagai lembaga pemangku kepentingan di...

Lawan Gangguan Informasi Jelang Pilkada, AMSI Aceh Gelar Training Cek Fakta

by Ahmad Mufti
29 September 2024
0

MASAKINI.CO – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Aceh menggelar pelatihan Cek Fakta jelang pelaksanaan Pilkada 2024. Pelatihan ini untuk...

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co