MASAKINI.CO – Harga ayam potong di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, mencapai Rp65.000–Rp70.000 per ekor. Kenaikan ini tidak hanya membebani pedagang ayam, tetapi juga menekan pedagang nasi ayam geprek.
Pedagang ayam potong di Pasar Induk Lambaro, Burhanuddin, menjelaskan kenaikan harga ini dipicu tingginya permintaan selama momen Maulid. Kondisi tersebut diperberat oleh terbatasnya pasokan ayam yang diterima pedagang.
“Kalau protes harga sudah pasti ada, cuma mau tidak mau mereka tetap akan beli. Ini harganya akan terus begini sampai bulan terakhir Maulid. Kalaupun turun, mungkin cuma Rp1.000–Rp5.000 saja,” kata Burhanuddin, Minggu (11/10/2026).
Kenaikan harga bahan baku tersebut turut dirasakan pedagang nasi ayam geprek di Banda Aceh dan sekitarnya. Meski biaya usaha meningkat, sebagian pedagang belum berani menaikkan harga karena khawatir kehilangan pembeli.
Pedagang nasi ayam geprek, Nurbaiti, mengatakan harga Rp15.000 per porsi dipertahankan agar pelanggan tetap membeli. Menurutnya, menaikkan harga justru berisiko membuat penjualan semakin sepi karena konsumen sudah mengeluhkan harga saat ini.
“Harga segini saja orang sudah banyak yang mengeluh mahal, apalagi kalau kami naikkan lagi harganya.”
”Kami milih mempertahankan pelanggan tetap, makanya tidak menaikkan lagi harga,” kata Nurbaiti.
Penulis: Alya Ulfa








Discussion about this post