MASAKINI.CO – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya diberikan kepada penerima manfaat yang identitasnya tercatat dan terverifikasi dalam sistem. Karena itu, jumlah penerima di setiap satuan pelayanan dapat disesuaikan dengan data peserta didik yang tersedia di sistem Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, kesesuaian data menjadi dasar untuk memastikan penyaluran MBG tepat sasaran sekaligus memudahkan pemantauan perkembangan penerima manfaat.
“BGN hanya akan memberikan menu ompreng yang by name by address-nya jelas,” kata Sudaryono saat meninjau pembagian MBG di SDN Cot Meuraja, Aceh Besar, Selasa (13/10/2026).
Ia mencontohkan, jika sebuah sekolah memiliki 500 siswa, tetapi jumlah yang tercatat dalam sistem Kemendikdasmen kurang dari angka tersebut, penetapan penerima MBG akan mengacu pada data yang tersedia dalam sistem.
Kebijakan ini diterapkan melalui Surat Penetapan Penerima Manfaat Sementara. Penyesuaian jumlah penerima dapat dilakukan apabila data peserta didik di sekolah belum sesuai dengan data dalam sistem.
Pendataan berbasis identitas tersebut juga berlaku bagi penerima manfaat di posyandu, madrasah, dan pondok pesantren. Karena itu, BGN mendorong sekolah dan satuan layanan terkait memperbarui data agar sesuai dengan kondisi aktual.
Sudaryono meminta guru dan kepala sekolah memastikan identitas serta nomor induk peserta didik diperbarui dalam sistem Kemendikdasmen.
“Caranya adalah guru atau kepala sekolah memperbarui data terbaru siswanya. Karena ada nomor induk sekolah dan nomor induk siswanya, itu diperbarui ke sistem. Dalam 1 x 24 jam terbarui, maka kemudian kami menindaklanjuti itu,” ujarnya.
Menurut Sudaryono, kejelasan data tidak hanya diperlukan untuk menentukan jumlah makanan yang disalurkan, tetapi juga untuk memantau dampak program terhadap penerima manfaat.
“Tujuannya adalah untuk memastikan ompreng itu diterima oleh seseorang yang ada namanya, ada datanya, sehingga kita bisa melihat perkembangannya. Tambah tinggi, tambah gemuk, tambah rajin, tambah kehadirannya di sekolahnya. Jadi kita bisa melihat nanti dampaknya terhadap siswa,” katanya.









Discussion about this post