MASAKINI.CO – Ingatan tentang bencana ekologis yang melanda Sumatera pada Oktober 2025 dihadirkan melalui pameran instalasi seni Genang di International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS), Darussalam, Banda Aceh, 14 Oktober hingga 13 November 2026.
Pameran ini menghadirkan beragam karya visual yang merepresentasikan dampak bencana, kehilangan yang dialami masyarakat, serta persoalan lingkungan.
Pengunjung diajak memahami pengalaman korban melalui dokumentasi kondisi pascabanjir, pakaian sebagai simbol kehilangan, hingga instalasi yang mengangkat persoalan sampah.
Panitia ICAIOS, Raida Adilah, menjelaskan nama Genang berasal dari kata “menggenang”, yang merujuk pada air yang menggenangi sejumlah wilayah di Sumatera pada Oktober 2025.
“Pameran ini berisikan karya-karya dari seniman hebat kita yang kemudian kita satukan di sini. Disusun sedemikian rupa dengan harapan pengunjung mengerti dan memahami dampak yang dialami korban-korban banjir saat itu,” ujar Raida, Rabu (14/10/2026).
Salah satu instalasi berupa lorong dengan lembaran kertas yang dipasang di langit-langit. Pengunjung diminta mencoret kertas tersebut menggunakan sebilah galah. Aktivitas ini menggambarkan sulitnya proses pemulihan dan pelepasan emosi yang dapat dialami korban bencana.
Instalasi lainnya berupa ruangan yang hanya diterangi lampu kuning, dengan sorotan mengarah pada lukisan pepohonan kering di dekat pemakaman. Karya tersebut membawa pesan tentang pembalakan liar, kehilangan nyawa, dan kehampaan.
Relawan ICAIOS, Afifah Ayuni, mengatakan setiap ruang dalam pameran dirancang dengan makna tersendiri, mulai dari aspek psikologis hingga pesan untuk menjaga lingkungan.
“Semua ruangan-ruangan di sini ada maknanya. Mulai dari segi psikologis hingga pesan untuk menjaga alam dengan cara tidak membuang sampah sembarangan,” ucap Afifah.
Menurut Afifah, pameran ini melibatkan anggota ICAIOS, mahasiswa, dan seniman yang turut mengamati kondisi pascabanjir. Melalui karya-karya tersebut, penyelenggara berharap pengunjung menyadari bahwa tindakan kecil terhadap lingkungan dapat membawa dampak besar bagi kehidupan banyak orang.
Penulis: Alya Ulfa








Discussion about this post