MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Oktober 15, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Foto

Sare yang Sepi

Ahmad Mufti by Ahmad Mufti
15 Oktober 2026
in Foto, Headline
0

Kabut menyelimuti jalan nasional Banda Aceh–Medan di kawasan Saree, Aceh Besar. Sejumlah kendaraan melintas di antara warung keripik yang tutup atau telah berpindah lokasi, Rabu (14/10/2026). | Foto: Ahmad Mufti/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kemukiman Saree, di Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, selama bertahun-tahun menjadi tempat persinggahan bagi pengendara yang melintasi jalur nasional Banda Aceh–Medan. Deretan warung keripik di sepanjang jalan menjadi tempat orang beristirahat sekaligus membeli oleh-oleh. Namun, sejak Jalan Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh) beroperasi, para pedagang merasakan penurunan jumlah pembeli. Sebagian masih bertahan di tempat lama, sementara yang lain mencoba membuka cabang atau memindahkan usaha ke kawasan Padang Tiji, Kabupaten Pidie.

Bob Rijal (36), pengelola Keripik Cek Sam di kawasan Saree, Aceh Besar, Rabu (14/10/2026). | Foto: Ahmad Mufti/masakini.co

Bob Rijal, pengelola Keripik Cek Sam yang memulai usahanya pada 1998, mengalami penurunan penjualan yang turut memengaruhi pekerjanya. Dari sekitar 60 orang yang pernah bekerja dengannya, kini hanya empat orang yang dipanggil ketika dibutuhkan. Ia tidak lagi mampu membayar upah bulanan seperti sebelumnya. Bob menggambarkan keadaan usahanya saat ini, “Dari 100 persen hanya tinggal 1 persen, cuma sisa nyawa saja kita ni.”

RelatedPosts

Asap Karhutla Mulai Masuk Aceh, 10 Kabupaten/Kota Berpotensi Terdampak

Pameran Genang Hidupkan Ingatan Bencana Sumatera Lewat Instalasi Seni

Banjir dan Longsor di Aceh Tenggara, Jalan Kutacane–Blangkejeren Tertutup Lumpur

Menurut Bob, dampak penurunan penjualan tidak berhenti pada pemilik warung. Petani pemasok ubi dan buruh yang terlibat dalam produksi keripik ikut kehilangan pekerjaan dan penghasilan ketika usaha tidak berjalan. “Karena efek berantai, kami enggak jalan, petani juga enggak jalan, buruh enggak jalan, orang-orang udah enggak ada uang, banyak kali pengangguran sekarang di Sare,” ujarnya.

Nasruddin (49), di warung usaha keripik miliknya di kawasan Saree, Aceh Besar, Rabu (14/10/2026). | Foto: Ahmad Mufti/masakini.co

Abdul Salam telah berjualan keripik di Sare selama 12 tahun. Sebelumnya, ia bisa menjual hingga 10 kilogram untuk setiap varian keripik dalam sehari. Kini, dagangannya terkadang tidak laku. Ia tidak memiliki cabang maupun pengiriman ke luar daerah. Meski pembeli semakin sedikit, Abdul Salam tetap berjualan karena usaha tersebut menjadi satu-satunya sumber penghidupannya.

Syahrida di warung keripik tempatnya berjualan di kawasan Saree, Aceh Besar, Rabu (14/10/2026). | Foto: Ahmad Mufti/masakini.co

Syahrida telah berjualan keripik di Sare selama delapan tahun. Sebelumnya, ia menghabiskan sekitar 20 tahun menggoreng keripik dan memasarkannya ke berbagai daerah. Kini, pembeli yang datang kebanyakan pelanggan tetap. Akhir pekan yang dahulu ramai tidak lagi jauh berbeda dengan hari biasa. Sebagian pembeli juga khawatir keripik yang dijual sudah lama tersimpan karena sepinya penjualan, meskipun barang yang tersedia masih baru.

Ariyadi (20), di warung keripik milik abang iparnya di kawasan Saree, Aceh Besar, Rabu (14/10/2026). | Foto: Ahmad Mufti/masakini.co

Ariyadi membantu mengelola warung milik kakak iparnya yang telah beroperasi sekitar 20 tahun. Mereka masih menggoreng keripik untuk dikirim ke cabang di Padang Tiji. Sementara itu, Nasruddin mengandalkan cabang usaha dan pengiriman ke luar daerah untuk mempertahankan penjualan. Namun, menurut para pedagang, usaha di lokasi baru belum mampu menyamai penjualan saat Sare masih ramai menjadi tempat persinggahan.

Abdul Salam (35) bersaman anaknya, Muhammad Aqsal (6), di warung keripik miliknya di kawasan Saree, Aceh Besar, Rabu (14/10/2026). | Foto: Ahmad Mufti/masakini.co

Saat pandemi Covid-19, para pedagang juga mengalami penurunan penjualan. Namun, usaha mereka berangsur pulih setelah pandemi mereda. Kali ini, mereka khawatir kondisi sepi akan berlangsung lebih lama. Meski demikian, sebagian pedagang masih bertahan membuka warung, meskipun pembeli yang datang tidak lagi seramai dulu.

Tags: Foto DokumenterPedagang Keripik SareeTol Sibanceh
Previous Post

Harga Emas Perhiasan di Banda Aceh Bertahan Rp7,56 Juta per Mayam

Related Posts

Seksi Padang Tiji-Seulimeum Tol Sibanceh Ditutup Sementara untuk Uji Kelayakan Operasi

by Riska Zulfira
8 September 2026
0

MASAKINI.CO - PT Hutama Karya (Persero) melakukan penutupan sementara operasional Seksi 1 Padang Tiji-Seulimeum Jalan Tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) mulai...

Tol Sibanceh Beri Diskon Tarif 10 Persen, Berlaku Mulai Hari Ini 

by Riska Zulfira
4 September 2026
0

MASAKINI.CO – Pengguna Jalan Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh) akan mendapatkan potongan tarif sebesar 10 persen dalam rangka memperingati Hari Pelanggan...

Pedagang Keripik Saree Beralih ke Padang Tiji, Penjualan Mulai Pulih Usai Terdampak Tol

by Aininadhirah
6 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Deretan pedagang keripik khas Saree kini mulai memenuhi kawasan Padang Tiji, Kabupaten Pidie. Perpindahan lokasi ini dilakukan setelah...

Discussion about this post

CERITA

Kisah Abdul Majid, 21 Tahun Menyambung Alas Kaki demi Menghidupi Keluarga

14 Oktober 2026

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...