MASAKINI.CO – Harga cabai merah di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, turun menjadi Rp65.000 per kilogram pada pekan ini dari sebelumnya Rp70.000 hingga Rp80.000 per kilogram. Di tengah penurunan harga tersebut, petani cabai masih menghadapi tingginya biaya produksi dan cuaca yang memengaruhi kualitas panen.
Pedagang cabai di Pasar Induk Lambaro, Lia, mengatakan penurunan harga terjadi setelah pasokan dari pemasok kembali meningkat. Pada pekan sebelumnya, terbatasnya pasokan membuat harga cabai merah melonjak hingga Rp80.000 per kilogram.
“Cabai kemarin agak langka juga, dari pemasok ngirimnya sedikit. Sekarang sudah banyak, makanya harga cabai menurun. Turunnya pun bertahap, sedikit demi sedikit,” ujar Lia, Jumat (16/10/2026).
Selain cabai merah, harga cabai hijau di pasar tersebut saat ini berada di angka Rp55.000 per kilogram. Perubahan ketersediaan pasokan turut memengaruhi pergerakan harga komoditas tersebut.
Sementara itu, petani cabai di Indrapuri, Aceh Besar, Hasan Basri, mengatakan cuaca yang berubah dari panas terik menjadi hujan deras menyulitkan perawatan tanaman dan berdampak pada kualitas cabai yang dipanen.
Hasan menyebutkan hasil panennya pada pekan ini sekitar 20 kilogram, sama seperti sebelumnya. Namun, ia merasakan dampak cuaca lebih besar pada kualitas cabai daripada jumlah panen.
Di tengah tantangan tersebut, biaya produksi yang harus ditanggung juga tidak sedikit. Hasan mengaku menghabiskan lebih dari Rp20 juta untuk setiap masa tanam, sedangkan keuntungan yang diperoleh belum sebanding dengan biaya perawatan kebun.
“Setiap masa tanam, biaya yang saya habiskan bisa sampai Rp20 juta lebih. Sementara untung yang saya dapat juga enggak seberapa dibanding biaya yang dikeluarkan untuk perawatan kebun,” katanya.
Hasan menjual hasil panennya kepada pedagang dengan harga Rp70.000 per kilogram dan mendistribusikannya ke pasar di wilayah Indrapuri. Harga jual tersebut disesuaikan dengan kondisi pasar setempat.
Penulis: Alya Ulfa








Discussion about this post