MASAKINI.CO – Penjualan masker di sejumlah toko di Banda Aceh meningkat sejak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masuk ke Aceh.
Salah seorang pedagang, Fia, mengaku saat ini mampu menjual hingga 200 kotak masker per hari, sementara sebelumnya permintaan terbilang minim.
“Per hari bisa terjual sampai 200 kotak. Kalau sebelumnya sangat minim,” kata Fia, Senin (19/10/2026).
Lonjakan permintaan tersebut turut diikuti kenaikan harga masker jenis duckbill. Jika sebelumnya dijual Rp 15.000 per kotak, kini harganya mencapai Rp 35.000 per kotak.
Fia mengatakan kenaikan harga terjadi setelah harga dari distributor ikut naik. Kondisi itu membuat pihaknya harus menyesuaikan harga jual di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap masker untuk menghadapi kabut asap.
Di tengah kenaikan harga, sebagian warga mengaku telah membeli masker sejak kabut asap mulai masuk ke Aceh. Nurdiani, salah seorang pembeli, mengatakan dirinya sudah menyiapkan masker sejak awal munculnya kabut asap akibat karhutla.
“Saya beli saat awal mulai karhutla masuk Aceh. Saat ini masih dapat dengan harga murah, bukan seperti harga saat ini,” ujar Nurdiani.








Discussion about this post