MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, mengembangkan perkebunan kopi melalui program Gerakan Restorasi Ekonomi Kerakyatan (GERETEK). Petani juga direncanakan mendapat bantuan bibit cabai dan bawang sebagai tanaman sela untuk menambah penghasilan sebelum kopi memasuki masa panen.
Program tersebut ditandai dengan penanaman kopi perdana di Kampung Kong Paluh, Kecamatan Kutapanjang, Selasa (20/10/2026).
Bupati Gayo Lues, Suhaidi, mengatakan pengembangan kopi diprioritaskan untuk mengoptimalkan potensi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sekitar 90 persen penduduk Gayo Lues bekerja sebagai petani dan pekebun.
Menurut Suhaidi, pemerintah daerah akan mengembangkan komoditas yang sesuai dengan kondisi wilayah, memiliki prospek pasar, dan berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat.
Pengembangan kopi direncanakan menggunakan pola tanam berjarak 1 x 3 meter agar lahan di antara tanaman kopi dapat dimanfaatkan untuk tanaman sela. Dengan pola ini, petani diharapkan bisa memperoleh pendapatan dari hasil panen cabai dan bawang sambil menunggu kopi berbuah.
“Pemerintah juga berencana memberikan bantuan mulsa, bibit cabai, bibit bawang, dan kebutuhan pertanian lainnya agar petani dapat memperoleh penghasilan sebelum tanaman kopi memasuki masa panen,” kata Suhaidi.
Bantuan sarana dan bibit pertanian tersebut direncanakan masuk dalam anggaran 2027. Suhaidi meminta kelompok tani mengelola program ini secara serius agar manfaatnya berkelanjutan.
Selain pengembangan komoditas, Pemkab Gayo Lues berupaya memperjuangkan kepastian pengelolaan lahan bagi masyarakat yang berkebun di kawasan hutan lindung. Pemerintah daerah berencana mengusulkan skema perhutanan sosial atau hutan kemasyarakatan agar masyarakat dapat mengelola lahan secara legal sesuai ketentuan.
Ketua DPRK Gayo Lues, Ali Husin, mendukung program GERETEK dan mendorong perbaikan jalan menuju perkebunan. Akses yang memadai diperlukan untuk memudahkan petani mencapai lahan dan mengangkut hasil panen.
Sementara itu, Anggota DPR RI, Irmawan, menyarankan agar dana pokok-pokok pikiran (pokir) yang masih tersedia di DPRK Gayo Lues diarahkan untuk mendukung program tersebut.






Discussion about this post