MASAKINI.CO – Maskapai TransNusa resmi membuka rute penerbangan langsung Bali–Melbourne, Australia, pada 20 Oktober 2026. Rute baru ini dioperasikan empat kali sepekan sebelum ditingkatkan menjadi penerbangan setiap hari mulai 15 November 2026.
Group Chief Executive Officer TransNusa, Datuk Bernard Francis, mengatakan pembukaan rute tersebut merupakan bagian dari strategi ekspansi internasional perusahaan sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai penghubung perjalanan wisatawan Australia ke berbagai destinasi di Indonesia dan Asia.
“Peluncuran rute Melbourne–Bali merupakan langkah penting dalam strategi ekspansi internasional TransNusa. Rute ini memperkuat posisi Bali sebagai salah satu gerbang utama yang menghubungkan Australia dengan Asia, sekaligus memberikan pilihan baru bagi wisatawan yang mengutamakan konektivitas, nilai, dan pengalaman perjalanan yang lebih premium,” ujar Bernard dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10/2026).
Pada tahap awal, penerbangan Bali–Melbourne dijadwalkan setiap Senin, Rabu, Kamis, dan Jumat. Penerbangan dengan nomor 8B 18 berangkat dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pukul 20.45 Wita dan tiba di Melbourne pukul 05.40 waktu setempat pada hari berikutnya.
Sementara itu, penerbangan dari Melbourne menuju Bali dengan nomor 8B 19 berangkat pukul 06.25 waktu setempat dan tiba di Bali pukul 09.40 Wita.
TransNusa juga menawarkan tarif perkenalan untuk kelas Basic mulai dari 299 dolar Australia. Maskapai tersebut menyebut tiket standar kelas ini telah mencakup fasilitas bagasi serta air minum dan makanan ringan secara gratis.
Pembukaan rute Melbourne menyusul ekspansi TransNusa di pasar Australia melalui rute Perth–Bali. Perusahaan mengklaim telah meraih 20 persen pangsa pasar di Perth, seiring peningkatan frekuensi penerbangan dari tiga kali menjadi 21 kali sepekan dalam periode April 2025 hingga Juli 2026.
Selain melayani penerbangan langsung, TransNusa mengembangkan jaringan Beyond Bali yang memungkinkan penumpang melanjutkan perjalanan dari Bali ke sejumlah destinasi domestik, antara lain Wakatobi, Manado, Bima, Surabaya, dan Lombok.
Jaringan tersebut juga menyediakan koneksi menuju sejumlah kota di Asia, termasuk Guangzhou di China, Singapura, dan Phuket di Thailand.
Bernard mengatakan, konektivitas melalui Bali diharapkan memudahkan wisatawan Australia melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi di Indonesia maupun kota-kota utama di Asia Tenggara dan China.







Discussion about this post