MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Februari 17, 2026
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Menelisik Kantor Telepon Koetaradja, Cagar Budaya dari Jejak Belanda

Riska Zulfira by Riska Zulfira
24 Agustus 2024
in Daerah
A A
Sentral Telepon, Bangunan Peninggalan Belanda Sebagai Wisata Edukasi

Sentral telepon, bangungan peninggalan kolonial Belanda di Aceh yang kini jadi objek wisata. (foto: dok masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Di tengah rimbunnya pohon, terdapat bangunan berwarna putih yang menarik perhatian di jalan Teuku Umar, Banda Aceh.

Bangunan ini, Kantor Telepon Koetaradja, memiliki tinggi delapan meter dan dibangun pada tahun 1903 di masa pemerintahan Sultan Muhammad Daud Syah.

Sebagai peninggalan kolonial Belanda, bangunan ini menjadi penting di era tersebut, mengingat Aceh kaya sumber daya alam. Dikelilingi oleh taman dan monumen, kini bangunan ini dapat dinikmati masyarakat.

Strukturnya terbuat dari beton di lantai satu dan kayu di lantai dua, dengan tangga melingkar yang terlihat dari luar. Angka 1903 terukir di bagian atas, menandai sejarahnya. Desain reliefnya juga menambah daya tarik visual.

Bagian depan bangunan segi delapan ini memiliki pintu 1,5 meter yang terkunci dengan jeruji besi. Dibangun oleh Belanda untuk keperluan militer, bangunan ini berfungsi sebagai sentral telepon, menggantikan telegraf untuk komunikasi jarak jauh, terutama saat perang Aceh.

Dulu, sentral telepon ini digunakan untuk komunikasi strategis, termasuk menghubungkan Aceh dengan Batavia (kini Jakarta) dan luar negeri seperti Singapura.

Sejak dibangun pada tahun 1903, bangunan ini beroperasi untuk militer hingga menjelang tahun 1960. Setelah itu, sempat digunakan oleh berbagai organisasi, namun kini di bawah pengawasan Balai Pelestarian Cagar Budaya.

Masyarakat umum dapat mengunjungi lokasi ini tanpa biaya masuk, sambil menikmati suasana dan mendapatkan edukasi sejarah masa kolonialisme Belanda.

Tags: Cagar BudayaDisbudpar AcehKantor Telepon KoetaradjaKolonial BelandaSejarah
Previous Post

Bank Indonesia Rancang Pembayaran dalam Bentuk Blueprint Sistem

Next Post

Polisi Klaim Humanis Saat Amankan Demonstrasi di Aceh, 4 Personel Terluka

Next Post
Polisi Klaim Humanis Saat Amankan Demonstrasi di Aceh, 4 Personel Terluka

Polisi Klaim Humanis Saat Amankan Demonstrasi di Aceh, 4 Personel Terluka

Kreasi Batik, AMANAH Kenalkan Teknik Pewarnaan Alam ke Anak Muda Aceh

Kreasi Batik, AMANAH Kenalkan Teknik Pewarnaan Alam ke Anak Muda Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CERITA

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

Dari Aceh ke Jakarta Lewat Layar: Cerita Irhamna Menemukan Ritme Kerja yang Lebih Tenang

1 Februari 2026

TERPOPULER

  • Kecelakaan di Tol Sigli–Banda Aceh, 1 Tewas dan 2 Luka-Luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manchester City Siapkan Dana hingga Rp1,596 Miliar untuk Rekrut Morgan Gibbs-White

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Aceh ke Jakarta Lewat Layar: Cerita Irhamna Menemukan Ritme Kerja yang Lebih Tenang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Stok Terbatas dan Permintaan Naik, Harga Ayam Melambung Jelang Meugang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
MASAKINI.CO

© 2026 masakini.co

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

© 2026 masakini.co