MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Februari 17, 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Sosok Pahlawan Perempuan Aceh Gigih Usir Penjajah Meski Kaki Diamputasi

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
5 Desember 2024
in Cerita
0
Sosok Pahlawan Perempuan Aceh Gigih Usir Penjajah Meski Kaki Diamputasi

Makam Pocut Baren di Gampong Tungkop, Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat. (foto: untuk masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pocut Baren, seorang perempuan yang saat itu mahsyur sebagai pejuang membuat gentar penjajah, sekarang pun namanya tetap harum sebagai teladan generasi muda.

Lahir dari keluarga bangsawan di Aceh Barat, tak membuat Pocut Baren terlena dalam kemewahan sebagai anak Ulee Balang. Sebaliknya, terpanggil untuk berjuang demi kemerdekaan negerinya.

RelatedPosts

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

“Darahnya mendidih saat negerinya dijajah, semangat perlawanannya bergolak melihat rakyat diperlakukan semena-mena oleh Belanda,” ungkap Safriati, Penjabat Ketua TP PKK Aceh saat berkunjung ke makam Pocut Baren di Gampong Tungkop, Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat, dalam rangka memperingati Hari Ibu 2024.

Lahir pada tahun 1880, perempuan yang pada masa mudanya penuh semangat ini ikut berjuang mengusir penjajah bersama pahlawan Aceh yang cukup tersohor Cut Nyak Dhien.

Meski Cut Nyak Dhien pada akhirnya telah ditangkap Belanda dan diasingkan ke Pulau Jawa, Pocut Baren tetap gigih melanjutkan perjuangan.

Bahkan, kala suami tercintanya juga gugur, semangat perlawanannya terus berkobar.

“Pocut Baren tak surut langkah. Dirinya terus berjuang,” ujar Safriati.

Pada sebuah pertempuran, Pocut Baren tertangkap dan diasingkan ke Kutaraja, kini Banda Aceh. Kaki Pocut sempat tertembak dalam sebuah operasi penangkapan yang dilakukan penjajah.

Karena tidak ditangani dengan baik, luka tembak tersebut membusuk dan harus diamputasi. Setelah diamputasi, Pocut Baren dipulangkan ke kampung halamannya di Tungkop, Aceh Barat.

“Beliau mangkat di kampung halamannya pada tahun 1893,” sebut istri penjabat gubernur Aceh itu.

Safriati berharap Pocut Baren bisa menjadi panutan bagi perempuan Aceh masa kini untuk terus gigih dalam menghadapi tantangan hidup.

“Saya berharap kita semua para perempuan Indonesia, khususnya Aceh, untuk mencontoh dan meneladani kegigihan perjuangan Pocut Baren dalam kehidupan sehari-hari kita,” ungkapnya.

Tags: Disbudpar AcehPahlawanperempuanPocut BarenSejarah
Previous Post

Arsenal Kalahkan Manchester United, Newcastle Imbangi Liverpool

Next Post

Pengalaman Maring Menikmati Kopi dan Mie

Related Posts

Aceh Ramadhan Festival 2026 Kembali Masuk KEN

Aceh Ramadhan Festival 2026 Kembali Masuk KEN

by Redaksi
11 Februari 2026
0

MASAKINI.CO – Event tahunan Aceh Ramadhan Festival kembali masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata Republik Indonesia....

Aceh Street Food Festival 2025: Merayakan Cerita di Balik Rasa

by Redaksi
26 November 2025
0

MASAKINI.CO - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh kembali menggelar Aceh Street Food Festival (ASFF) 2025 dengan mengangkat tema inspiratif,...

Resmi Ditutup, Aceh Festival Hadirkan Energi Baru Bagi Pariwisata

by Redaksi
24 November 2025
0

MASAKINI.CO - Kegiatan Aceh Festival 2025 yang berlangsung selama dua hari, 22-23 November 2025 resmi ditutup. Event itu dinilai mampu...

Next Post

Pengalaman Maring Menikmati Kopi dan Mie

Wisatawan Diprediksi Bakal Padati Penyeberangan Ulee Lheue-Sabang Jelang Libur Nataru

Discussion about this post

CERITA

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

Dari Aceh ke Jakarta Lewat Layar: Cerita Irhamna Menemukan Ritme Kerja yang Lebih Tenang

1 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co