223 Mahasiswa Ikut KKN Melayu Serumpun di Aceh Jaya

Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Warul Walidin secara simbolis menyerahkan peserta KKN Melayu Serumpun ke Bupati Aceh Jaya Irfan TB. (foto: untuk masakini.co)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

223 Mahasiswa Ikut KKN Melayu Serumpun di Aceh Jaya

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Warul Walidin secara simbolis menyerahkan peserta KKN Melayu Serumpun ke Bupati Aceh Jaya Irfan TB. (foto: untuk masakini.co)

MASAKINI.CO – Sebanyak 223 Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Se-Sumatera melalukan Pengabdian Kepada Masyarakat di Kabupaten Aceh Jaya. Kegiatan pengabdian tersebut merupakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Melayu Serumpun tahun 2022 yang dilaksanakan secara kolaborasi antara PTKIN se-Sumatera.

Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Warul Walidin, mengatakan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu elemen penting dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, selain dari pendidikan dan penelitian.

“Pengabdian kepada masyarakat atau KKN melayu serumpun ini merupakan pengabdian yang dilaksanakan secara kolaboratif antara PTKIN se-Sumatera, sehingga pengabdian ini dapat memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi peserta maupun dosen,” ujarnya, saat penyerahan peserta KKN ke Pemerintah Aceh Jaya, Kamis (23//6/2022) kemarin.

Prof Warul menambahkan, KKN Melayu Serumpun ini pertama sekali dilaksanakan pada 2019, UIN Sultan Thaha Jambi sebagai tuan rumah kala itu. Kali kedua dilaksanakan pada 2021, UIN Imam Bonjol Padang dipercaya sebagai tuan rumah. KKN Melayu Serumpun ketiga ini dipercayakan UIN Ar-Raniry sebagai tuan rumah.

“Dari hasil rapat pimpinan UIN Ar-Raniry diputuskan Kabupaten Aceh Jaya dipilih sebagai lokasi pelaksanaan pengabdian,” ujarnya.

Sementara Bupati Aceh Jaya, Irfan TB, menyebut sesuai dengan tema pengabdian KKN yakni “pengembangan wisata halal dalam budaya melayu serumpun”, Kabupaten Aceh Jaya sejatinya cocok jadi lokasi pengabdian.

“Sebab di sini banyak terdapat objek wisata yang dapat dikembangkan dengan berbagai inovasi dari para peserta,” katanya.

“Kami menaruh harapan besar kepada peserta KKN Melayu Serumpun yang datang dari berbagai pelosok negeri untuk berkolaborasi dengan masyarakat di Aceh Jaya. Sehingga pengembangan wisata halal dapat terus dikembangkan dengan baik di masa mendatang,” harap Irfan TB.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Ar-Raniry, Mukhlisah, menyebutkan KKN melayu serumpun ini diikuti oleh 223 mahasiswa dari 17 kampus PTKIN se-Sumatera.

“Mereka akan melakukan pengabdian selama 40 hari, terhitung sejak 23 Juni hingga 1 Agustus 2022 mendatang, sebelumnya peserta juga telah diberi pembekalan dengan berbagai materi terkait dengan pengabdian serta program apa saja yang harus dilaksanakan selama pengabdian berlangsung,” sebutnya.

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist