Empat Universitas di Aceh Jalin Kerjasama dengan KBRI Myanmar

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Empat Universitas di Aceh Jalin Kerjasama dengan KBRI Myanmar

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

MASAKINI.CO – Univseritas Syiah Kuala, Universitas Malikussaleh, Universitas Almuslim, dan UIN Ar Raniry melakukan penandatanganan MoU kerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Myanmar. Penandatangan ini berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah, Darussalam Banda Aceh, Kamis (24/7).

Kerja sama ini fokus di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam hubungan bilateral antara Indonesia dan Myanmar. Lebih spesifiknya, kerja sama ini membuka peluang bagi lulusan Indonesia Internasional School Yangon untuk melanjutkan pendidikan ke universitas di Aceh tersebut. Selain itu, juga memberikan pelatihan keterampilan dan pendidikan bagi warga Indonesia dan Myamar, terutama tenaga pengajar dan pegawai negeri dari kedua negara.

Duta besar Indonesia untuk Myanmar, Dirjen. Pol. Prof. Dr. Iza Fadri, mengatakan Myanmar dan Indonesia, khususnya Aceh, memiliki kedekatan emosional sejak dulu. Myanmar (dulunya Burma) menjadi satu-satunya negara yang memberikan izin pesawat Dakota RI 001 Seulawah, sumbangan masyarakat Aceh, untuk mendarat di tengah keengganan negara lain. Pada tahun 1960-an, Myanmar juga memberi bantuan beras burma ketika Indonesia mengalami paceklik. Kerja sama pendidikan ini menurutnya untuk memperkuat kembali hubungan antara kedua negara serta menjalin silaturahmi.

Secara posisi, pendidikan di Myanmar masih di bawah kita dan ini menjadi peluang menarik agar mereka mau belajar ke Indonesia,” ujarnya.

Kerja sama ini juga untuk mendukung peningkatan akreditasi universitas di Aceh. Sebab salah satu penilaian akreditasi dilihat dari jumlah mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di sebuah universitas. Selain di Aceh, KBRI Myanmar juga telah menjalin kerja sama dengan Universitas Negeri Padang, Universitas Brawijaya, dan Universitas Andalas. Bahkan, beberapa warga Myanmar telah mulai menempuh pendidikan di universitas tersebut.

Wakil Rektor IV Unsyiah Bidang Kerja Sama dan Humas, Dr. Hizir, menyambut baik kerja sama ini yang membuka peluang universitas di Aceh untuk menerima mahasiswa asing, khususnya dari Myanmar. Ini sejalan dengan semangat Unsyiah yang tahun ini terus menggenjot jumlah mahasiswa dari luar negeri. Ia berharap kerja sama ini menjadi ajang pertukaran budaya, pendidikan, pelatihan antara kedua negara. Terlebih lagi, jarak antara Aceh dan Myanmar sangat dekat.

“Jarak antara Aceh dan negara ASEAN lebih dekat ketimbang ke Jakarta. Jarak geografis ini menjadi peluang bagi Aceh untuk menjalin kerja sama dengan negara-negara ASEAN, tak terkecuali Myanmar,” pungkasnya.

Kegiatan ini juga diisi dengan kuliah umum yang membahas transformasi politik Myanmar dan masalah Rakhine serta peluang kerja sama antarkedua negara. []

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist