Kisruh PMI Banda Aceh Kirim Darah ke Tangerang, Polisi Telah Periksa 6 Orang

Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh. (foto: untuk masakini.co)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Kisruh PMI Banda Aceh Kirim Darah ke Tangerang, Polisi Telah Periksa 6 Orang

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh. (foto: untuk masakini.co)

MASAKINI.CO – Buntut pengiriman ribuan kantong darah ke Palang Merah Indonesia (PMI) Tangerang yang diduga dilakukan diam-diam oleh pengurus PMI Banda Aceh, terus diselidiki pihak kepolisian. Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh sudah memeriksa enam orang terkait kasus itu.

“Kemarin hari Rabu 18 Mei ada empat orang yang kami mintai keterangan dari pihak PMI Kota Banda Aceh, yaitu driver dan petugas pada bagian gudang,” kata Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh Kompol M Ryan Citra Yudha, Jumat (20/5/2022).

Dia menyebut, sebelumnya polisi sudah meminta keterangan dari Sekretaris PMI Banda Aceh Syukran Aldiansyah dan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Sosial dan Unit Donor Darah PMI Banda Aceh dr Natalia.

Mereka berdua diketahui sebagai pengungkap kasus pengiriman darah itu hingga menyita perhatian publik. Bahkan, Pemerintah Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) turut berkomentar dan meminta polisi mengusut kasus tersebut, guna menghindari munculnya ketidakpercayaan masyarakat dan pendonor aktif yang kerap mendonorkan darahnya ke PMI Banda Aceh.

“Jadi total sudah enam orang yang diperiksa. Kami juga akan meminta keterangan (pengurus PMI Banda Aceh) yang lainnya,” ujar Ryan.

Kisruh pengiriman darah dari PMI Banda Aceh ke Tangerang itu mencuat kala sebagian pengurus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Unit Donor Darah (UDD) PMI Banda Aceh.

Di sana diketahui PMI Banda Aceh telah mengirim 2.050 kantong darah ke Tangerang. Pengiriman diduga dilakukan tanpa rapat pleno semua pengurus.

“Pengurus lainnya tidak mengetahui adanya pengiriman darah dalam jumlah besar karena keputusannya diambil oleh Ketua PMI Kota Banda Aceh, Dedi Sumardi. Kami tidak pernah dilibatkan,” kata Sekretaris PMI Banda Aceh Syukran Aldiansyah, Kamis (12/5/2022).

Namun hal tersebut dibantah oleh ketua PMI Banda Aceh Dedi Sumardi. Menurutnya, pengiriman darah ke UDD PMI Tangerang dilakukan karena stok darah di PMI Banda Aceh pada saat itu aman dan berlebih, sehingga pengiriman dilakukan untuk menghindari kedaluarsa darah.

Menurutnya, pengiriman darah tersebut dilakukan pada Januari dan Februari 2022 lewat MoU yang ditanda tangani kedua belah pihak.

“Tudingan mengirim ribuan kantong darah secara diam-diam dan apalagi menuduh kami memperjual belikanya itu tidaklah benar. Alih distribusi darah antar UDD PMI hal yang lumrah dan biasa, asal UDD yang bersangkutan memiliki stok yang aman dan berlebih,” ujarnya.

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist